BMKG Prediksi Hujan Lebat, BNPB Imbau Siaga Bencana di Seluruh Wilayah
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Kebakaran lahan/hutan - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Masyarakat Bantul diminta tidak membuka lahan dengan pembakaran untuk mengantisipasi kejadian pembakaran yang saat ini penuh rumput kering karena musim kemarau.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Irawan Kurnianto di Bantul mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan pemangku wilayah setempat dan jajaran relawan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan antisipasi kebakaran lahan.
"Masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara pembakaran. Karena risikonya besar jika merambat tidak terkontrol dan mengarah ke pemukiman warga," katanya.
Dia mengatakan terlebih dengan kejadian kebakaran lahan hampir 10 hektare di Kelurahan Seloharjo, Kawedanan (Kecamatan) Pundong dan Selopamioro, Imogiri, Senin (19/8/2024) sore diharapkan kejadian tersebut tidak terulang di Bantul.
"Kebakaran lahan 10 hektare itu perkiraan rambatan api dari titik awal sampai akhir. Kejadian kebakaran diduga terjadi karena ada warga yang membuka lahan dengan cara membakar," katanya.
BACA JUGA: Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo-YIA Paket 1.2 Hampir Kelar
Ia mengatakan dalam sehari pada Senin (19/8/2024), ada tujuh kebakaran yang beberapa di antaranya di Kelurahan Seloharjo, Kecamatan Pundong dan Kelurahan Selopamioro, Kecamatan Imogiri
Dia menjelaskan penyebab kejadian kebakaran beragam, ada yang karena membakar sampah yang kemudian apinya merembet ke lahan di sekitar dan ada pula yang disebabkan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
"Kebakaran lahan umumnya terkait budaya sebagian masyarakat yang percaya jika lahan dibakar akan subur saat turun hujan," katanya.
Menurut dia, potensi kejadian kebakaran lahan seperti yang disebutkan tersebut berada di wilayah Bantul yang masih memiliki lahan luas seperti Kecamatan Piyungan, Dlingo, Imogiri, Pundong, Sedayu serta wilayah lain.
"Apalagi musim kemarau ini cukup kering, ditambah persoalan sampah yang bisa memicu terjadinya kebakaran," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia berpotensi hujan pada Senin 25 Mei 2026, mulai hujan ringan hingga petir.
Harga buyback emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini Senin 25 Mei 2026 terpantau stabil.
Kelurahan Pakuncen menggelar pelatihan sablon kaos untuk meningkatkan keterampilan dan mendorong ekonomi kreatif warga.
Rute Trans Jogja 2026 lengkap beserta tarif, pembayaran digital, dan jalur strategis di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Juventus gagal lolos ke Liga Champions usai ditahan Torino 2-2 pada pekan terakhir Serie A 2025/2026.