Deretan Mobil Baru Siap Debut di GIIAS 2026, dari Hybrid hingga EV
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
Kebakaran lahan/hutan - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Masyarakat Bantul diminta tidak membuka lahan dengan pembakaran untuk mengantisipasi kejadian pembakaran yang saat ini penuh rumput kering karena musim kemarau.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Irawan Kurnianto di Bantul mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan pemangku wilayah setempat dan jajaran relawan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan antisipasi kebakaran lahan.
"Masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara pembakaran. Karena risikonya besar jika merambat tidak terkontrol dan mengarah ke pemukiman warga," katanya.
Dia mengatakan terlebih dengan kejadian kebakaran lahan hampir 10 hektare di Kelurahan Seloharjo, Kawedanan (Kecamatan) Pundong dan Selopamioro, Imogiri, Senin (19/8/2024) sore diharapkan kejadian tersebut tidak terulang di Bantul.
"Kebakaran lahan 10 hektare itu perkiraan rambatan api dari titik awal sampai akhir. Kejadian kebakaran diduga terjadi karena ada warga yang membuka lahan dengan cara membakar," katanya.
BACA JUGA: Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo-YIA Paket 1.2 Hampir Kelar
Ia mengatakan dalam sehari pada Senin (19/8/2024), ada tujuh kebakaran yang beberapa di antaranya di Kelurahan Seloharjo, Kecamatan Pundong dan Kelurahan Selopamioro, Kecamatan Imogiri
Dia menjelaskan penyebab kejadian kebakaran beragam, ada yang karena membakar sampah yang kemudian apinya merembet ke lahan di sekitar dan ada pula yang disebabkan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
"Kebakaran lahan umumnya terkait budaya sebagian masyarakat yang percaya jika lahan dibakar akan subur saat turun hujan," katanya.
Menurut dia, potensi kejadian kebakaran lahan seperti yang disebutkan tersebut berada di wilayah Bantul yang masih memiliki lahan luas seperti Kecamatan Piyungan, Dlingo, Imogiri, Pundong, Sedayu serta wilayah lain.
"Apalagi musim kemarau ini cukup kering, ditambah persoalan sampah yang bisa memicu terjadinya kebakaran," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M