Warga Bantul Diminta Tidak Membuka Lahan dengan Cara Membakar

Newswire
Newswire Selasa, 20 Agustus 2024 20:27 WIB
Warga Bantul Diminta Tidak Membuka Lahan dengan Cara Membakar

Kebakaran lahan/hutan - Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Masyarakat Bantul diminta tidak membuka lahan dengan pembakaran untuk mengantisipasi kejadian pembakaran yang saat ini penuh rumput kering karena musim kemarau.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Irawan Kurnianto di Bantul mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan pemangku wilayah setempat dan jajaran relawan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan antisipasi kebakaran lahan.

"Masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara pembakaran. Karena risikonya besar jika merambat tidak terkontrol dan mengarah ke pemukiman warga," katanya.

Dia mengatakan terlebih dengan kejadian kebakaran lahan hampir 10 hektare di Kelurahan Seloharjo, Kawedanan (Kecamatan) Pundong dan Selopamioro, Imogiri, Senin (19/8/2024) sore diharapkan kejadian tersebut tidak terulang di Bantul.

"Kebakaran lahan 10 hektare itu perkiraan rambatan api dari titik awal sampai akhir. Kejadian kebakaran diduga terjadi karena ada warga yang membuka lahan dengan cara membakar," katanya.

BACA JUGA: Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo-YIA Paket 1.2 Hampir Kelar

Ia mengatakan dalam sehari pada Senin (19/8/2024), ada tujuh kebakaran yang beberapa di antaranya di Kelurahan Seloharjo, Kecamatan Pundong dan Kelurahan Selopamioro, Kecamatan Imogiri

Dia menjelaskan penyebab kejadian kebakaran beragam, ada yang karena membakar sampah yang kemudian apinya merembet ke lahan di sekitar dan ada pula yang disebabkan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

"Kebakaran lahan umumnya terkait budaya sebagian masyarakat yang percaya jika lahan dibakar akan subur saat turun hujan," katanya.

Menurut dia, potensi kejadian kebakaran lahan seperti yang disebutkan tersebut berada di wilayah Bantul yang masih memiliki lahan luas seperti Kecamatan Piyungan, Dlingo, Imogiri, Pundong, Sedayu serta wilayah lain.

"Apalagi musim kemarau ini cukup kering, ditambah persoalan sampah yang bisa memicu terjadinya kebakaran," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online