PAN Bantul Bidik Kebangkitan di 2029, Tokoh Lama Kembali Bergabung

Kiki Luqman
Kiki Luqman Minggu, 26 Juli 2026 16:47 WIB
PAN Bantul Bidik Kebangkitan di 2029, Tokoh Lama Kembali Bergabung

Partai Amanat Nasional - Antara

Harianjogja.com, BANTUL—Kembalinya sejumlah tokoh lama yang pernah membesarkan Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi tambahan kekuatan bagi DPD PAN Bantul dalam menatap Pemilu 2029. Momentum tersebut dimanfaatkan partai untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan menyusun target politik mengembalikan perolehan kursi legislatif di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Target tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I DPD PAN Bantul yang digelar pada Sabtu (25/7/2026), sekaligus pelantikan pengurus 17 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN se-Kabupaten Bantul yang telah terbentuk melalui musyawarah cabang dan musyawarah ranting.

Kegiatan itu dihadiri pengurus DPD, DPC, 75 pengurus tingkat kalurahan, jajaran DPW PAN DIY, hingga anggota DPR RI Toto Darianto.

Ketua DPD PAN Bantul, Herry Fahamsyah, mengatakan kembalinya sejumlah kader lama menjadi modal penting untuk memperkuat struktur partai dan memperluas basis dukungan menjelang kontestasi politik mendatang.

"Kemudian Alhamdulillah pada kesempatan malam hari ini kita juga menyambut kembalinya tokoh-tokoh dan juga mantan-mantan anggota kita dari partai lain yang kembali bergabung dengan Partai Amanat Nasional," katanya.

Sejumlah tokoh yang kembali bergabung di antaranya H.R. Ichwan Thamrin yang sebelumnya menjabat Ketua DPD Partai Umat DIY dan pernah menjadi anggota DPRD, Sri Murtinah yang pernah menjadi anggota DPRD sekaligus Ketua DPW Permata Umat DIY, pengusaha nasional Bambang Sugiarto, mantan anggota DPRD Bantul Teguh Imam Santosa, serta Najwa Sugiarto.

Menurut Herry, bergabungnya tokoh-tokoh tersebut diharapkan mampu memperkuat mesin politik PAN hingga tingkat akar rumput.

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama hasil Rakerda adalah membangun jaringan relawan hingga tingkat tempat pemungutan suara (TPS) sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029.

"Ya, intinya salah satu yang poin utama adalah nanti ke depan kita akan membangun jaringan relawan hingga tingkat TPS, kemudian juga target kita di Pemilu 2029, dan untuk menargetkan seluruh Bantul satu dapil, satu kursi," ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan jaringan, PAN Bantul juga mengukuhkan tahap pertama relawan anggota DPR RI Toto Darianto yang berjumlah sekitar 500 orang. Jaringan relawan tersebut akan terus diperluas sebagai bagian dari strategi pemenangan partai.

Herry optimistis tambahan kekuatan dari tokoh lama maupun kader baru akan menjadi amunisi penting untuk mencapai target politik yang telah ditetapkan.

"Ini juga pasti menjadi amunisi kami dalam rangka mencapai target kita bersama. Bantul kembali 6 kursi, artinya satu dapil, satu kursi. Dan juga menargetkan untuk provinsi, Bantul Timur dan Bantul Barat, kita kembali kursi. Karena kemarin yang Bantul Barat, kita kehilangan kursi," katanya.

Menurut dia, target tersebut bukan sekadar ambisi politik, melainkan berdasarkan evaluasi hasil Pemilu sebelumnya. Pada Pemilu terakhir, PAN memperoleh sekitar 43.000 suara di Kabupaten Bantul, tetapi hanya mendapatkan dua kursi DPRD.

"Sebenarnya target Bantul satu dapil, satu kursi itu bukan target yang muluk-muluk. Karena secara hitungan kami, kemarin Partai Amanat Nasional suaranya 43.000. Salah satu partai yang ada di Bantul hanya dengan suara 32 ribu itu dapat 3 kursi. Kemarin kita 43 ribu tapi cuma dapat 2 kursi," ujarnya.

Berdasarkan perhitungan internal partai, PAN menargetkan perolehan sekitar 60.000 suara pada Pemilu 2029. Target tersebut akan dicapai dengan membangun jaringan sekitar 3.100 relawan atau satu relawan di setiap TPS.

"Hitungan kami, kalau nanti kita menargetkan 60 ribu, artinya satu TPS kita targetkan 10 suara, itu nanti kita bisa mengembalikan satu dapil, satu kursi. Nantinya target kita naik sekitar 17 ribu suara. Dengan hadirnya relawan tadi itu memenuhi satu relawan satu TPS, atau kemudian membentuk 3.100 relawan," katanya.

Herry juga mengingatkan bahwa PAN pernah menjadi salah satu kekuatan politik utama di Kabupaten Bantul. Pada periode 1999-2004 dan 2004-2009, PAN masing-masing memperoleh tujuh kursi DPRD. Jumlah tersebut turun menjadi enam kursi pada periode 2009-2014, lima kursi pada periode 2014-2019, hingga hanya dua kursi pada hasil Pemilu terakhir.

"Ya, paling tidak minimal kita membangun satu dapil, satu kursi," ucapnya.

Ketua DPW PAN DIY, Agung Setyawan, turut mendukung target tersebut. Ia berharap pengurus yang baru dilantik bersama jaringan relawan dapat menjadi motor penggerak untuk memperkuat organisasi hingga tingkat bawah.

"Kami berharap kader-kader yang baru saja dilantik dan juga para relawan ini turut berkontribusi bagi kemajuan PAN ke depan sehingga target-target yang sudah ditetapkan bisa tercapai," kata Agung Setyawan.

Menurutnya, konsolidasi organisasi melalui Rakerda menjadi langkah penting untuk menyatukan gerak seluruh struktur partai mulai dari tingkat kabupaten, kapanewon, hingga kalurahan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online