Hasto Buka Kanal Aduan Warga untuk Laporkan Dugaan Pungli
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta warga melaporkan dugaan pungli dan premanisme melalui JSS maupun kanal pengaduan lainnya.
Kegiatan dropping air bersih di Tempel dan Seyegan oleh BPBD Sleman tahun 2022/ ist - BPBD Sleman
Harianjogja.com, BANTUL–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul telah menyalurkan ribuan liter air bersih ke beberapa wilayah terdampak kekeringan. BPBD Bantul terus mengimbau agar masyarakat bijak menggunakan air yang ada.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Bantul, Antoni Hutagaol menyampaikan pihaknya telah menerima delapan permintaan penyaluran air bersih dari sejumlah daerah di Bantul. Beberapa wilayah yang mulai meminta penyaluran air bersih antara lain Seloharjo, Muntuk, Dlingo, Guwosari, Terong, Gilangharjo dan Caturharjo.
“Kita sudah dropping 26 tangki,” ujarnya, Rabu (21/8/2024).
Dia pun mengimbau agar masyarakat tidak menimbun air bersih yang telah disalurkan. Hal itu menurutnya agar seluruh masyarakat terdampak kekeringan dapat terpenuhi kebutuhannya.
Menurut Antoni pihaknya terus memantau kondisi ketersediaan air yang ada di beberapa wilayah yang rawan kekeringan. Dia pun meminta agar masyarakat yang mengalami kekeringan dapat mengajukan permohonan penyaluran air bersih ke BPBD Bantul dengan segera. Dia menuturkan apabila masyarakat belum sempat membuat surat permohonan pengiriman air bersih, maka akan tetap dilayani. Nantinya, masyarakat dapat mengirimkan surat tersebut menyusul.
BACA JUGA: Hadapi Ancaman Kekeringan, BPBD Bantul Siapkan Dua Armada Tangki Air
Sebelumnya BPBD Bantul memetakan tujuh wilayah yang berpotensi rawan kekeringan. Tujuh wilayah tersebut yaitu Kapanewon Sedayu, Kasihan, Pleret, Pajangan, Pundong, Imogiri dan Dlingo. Selama tahun 2023 ada 11 kapanewon terdampak dengan 46.552 orang terdampak kekeringan. Kemudian awal tahun 2024 ada tujuh kapanewon terdampak kekeringan dengan 4.382 orang terdampak kekeringan di Bantul.
Dia menuturkan tahun 2024, BPBD Bantul mengalokasikan anggaran sekitar Rp21,3 juta untuk penyediaan 426 tangki air bersih. Anggaran tersebut lebih rendah daripada tahun lalu yang mencapai Rp22,6 juta.
Antoni mengaku, meski jauh lebih tinggi, namun di tahun lalu BPBD Bantul sempat kehabisan anggaran penyediaan air bersih. Meski begitu, menurutnya tahun lalu kebutuhan penyaluran air bersih tetap dapat dijangkau dengan bantuan air bersih dari Tagana, PMI Bantul, dan Corporate Social Responsibility (CSR).
Menurut Antoni, tahun ini BPBD Bantul juga akan mengoptimalkan anggaran yang ada terlebih dahulu untuk penyediaan air bersih. Kemudian, apabila kebutuhan air bersih belum tercukupi, maka akan meminta penyaluran air bersih dari Tagana dan PMI Bantul.
“[Anggaran] Belanja Tidak Terduga [BTT] tergantung kebutuhan, kalau donasi [air bersih] sudah habis, baru kita ajukan [BTT untuk penyaluran air bersih],” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta warga melaporkan dugaan pungli dan premanisme melalui JSS maupun kanal pengaduan lainnya.
RANS Entertainment memuncaki peringkat global live streaming YouTube dengan 2,96 juta jam tonton berdasarkan data Streams Charts.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.