Jadwal KA Prameks 1 Oktober 2026, Ada 10 Perjalanan Jogja-Kutoarjo
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Ilustrasi megathrust Indonesia./Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA—Gempa berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Jogja, Gunungkidul dan sekitarnya pada Senin (26/8/2024) malam. Kuatnya getaran gempa membuat warga berhamburan keluar rumah. BMKG mengungkap adanya tumbukan antarlempang di zona megathrust menjadi penyebabnya.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi di Jogja, Gunungkidul dan sekitarnya merupakan jenis gempabumi dangkal.
"Akibat dari adanya deformasi batuan di bidang kontak antar lempeng [megathrust]. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik [thrust]," katanya diunggah di akun Instagram Senin malam.
Ia menambahkan gempa bumi ini berdampak dan dirasakan warga di wilayah Sleman, Kota Jogja, Kulonprogo dan Bantul dengan skala intensitas III-IV MMI. Selain itu dirasakan warga yang tinggal di daerah Karangkates, Malang, Pacitan, Nganjuk, Trenggalek, Madiun, Kediri, Blitar, Cilacap, Banyumas, Solo, Surakarta dan Klaten dengan skala intensitas II-III MMI. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.
Sebelumnya gempa terjadi pada Senin 26 Agustus 2024 pukul 19.57.42 WIB wilayah Samudra Hindia, Selatan Gunungkidul diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,5. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,85° LS ; 110,17° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 Km arah Barat Daya Gunungkidul pada kedalaman 42 km.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, gempa dirasakan warga di wilayah perbatasan Kota Jogja, Sleman dan Bantul. Di wilayah Sorowajan, Banguntapan Bantul misalnya warga berhamburan keluar rumah.
Gempa tersebut terasa sebanyak dua kali dalam satu waktu. Pertama dengan getaran cukup keras kemudian sempat terhenti, beberapa detik kemudian baru terasa gempa dengan getaran lebih keras. "Pertama itu getaran terasa kemudian seperti berhenti, beberapa detik kemudian lebih keras lagi karena terdengar suara gesekan genteng bagian atap rumah," kata Yani salah satu warga di wilayah Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.