Libur Kenaikan Yesus Kristus, BNI Buka Layanan Terbatas di Jateng
BNI buka layanan operasional terbatas di Jawa Tengah saat libur Kenaikan Yesus Kristus 2026, termasuk transaksi perbankan esensial.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memperlihatkan penghargaan anugerah Digital Government Award (DGA) dari Presiden RI. – ist/Humas Pemkab Sleman
SLEMAN—Pemkab Sleman berkomitmen untuk terus mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Bahkan Pemkab Sleman menjadi yang terbaik di DIY dan menduduki lima besar se-Indonesia pelaksanaan SPBE pada penilaian 2023.
Kepala Bagian Organisasi, Setda Sleman, Heri Kuntadi mengatakan, implementasi SPBE mengacu pada Peraturan Presiden No.95/2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.
Ini sebagai upaya untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan tata kelola pemerintahan maupun pemberian layanan publik di lingkungan pemkab.
Adapun tujuan utamanya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya. Terdapat empat domain dalam penerapan SPBE yang menjadi satu kesatuan proses.
“Empat domain ini terdiri dari kebijakan, tata kelola, manajemen, dan layanan. Pelaksanaannya juga sudah dikeluarkan peraturan untuk mendukung pengembangan SPBE di Sleman,” katanya.
Menurut dia, pelaksanaan dari SPBE melibatkan lintas Organisasi Perangkat Daerah yang dikomandoi oleh Sekretaris Daerah. Empat domain yang ada juga telah dilaksanakan sehingga menghasilkan layanan administrasi pemerintahan berbasis elektronik di lingkup pemkab.
“Semua sudah ada aplikasinya mulai dari perencanaan program, layanan kepegawaian. Layanan ini tidak hanya di internal pemkab, tapi juga ada untuk Masyarakat seperti pelaporan online, Sleman Satu Data. Bahkan untuk pemantauan harga di pasaran juga bisa diakses secara online,” katanya.
Selain itu, juga ada layanan kebencanaan melalui aplikasi SIMANTAB. Layanan publik bidang pendidikan melalui PPDB Online, SILABADIKDAS, SEMBAGI.
Menurut dia, Penyusunan arsitektur SPBE belum sepenuhnya dapat dilakukan secara komprehensif, detail dan implementatif. Namun demikian terus ada upaya untuk perbaikan sehingga keberadaan program bisa dioptimalkan.
Di sisi lain, ketersediaan infrastruktur baik perangkat keras maupun SDM pengelola belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan.
Integrasi seluruh aplikasi layanan yang digunakan untuk mempermudah akses layanan masih sulit dilaksanakan terutama integrasi dengan aplikasi dari Pemerintah Pusat dan integrasi yang dapat dilaksanakan pun sifatnya masih sektoral.
Peningkatan pengadaan infrastruktur baik berupa perangkat keras maupun penyediaan SDM yang memiliki kompetensi TIK juga terus dilakukan.
Untuk mengintegrasikan seluruh layanan dilakukan secara bertahap, mulai dari aplikasi lokal kemudian aplikasi nasional. Hal ini dimulai dari integrasi melalui Single Sign On (SSO), integrasi melalui metode berbagi database, integrasi aplikasi melalui integrasi dua arah.
“Harapannya seluruh aplikasi dapat disatukan dalam satu akses layanan sehingga penerapan lebih mudah,” katanya.
Meski masih banyak catatan yang harus diselesaikan. Namun, perkembangan SPBE di Sleman sudah berjalan dengan bagus.
Berhasil Meraih DGA
Hal ini dibuktikan pada 27 Mei 2024, Pemkab Sleman mendapatkan anugerah Digital Government Award (DGA) dari Presiden RI atas kinerjanya dalam pelaksanaan SPBE di 2023. Berdasarkan hasil evaluasi pada akhir tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Sleman mendapatkan nilai Indeks SPBE 4,29 dengan kategori Sangat Memuaskan dan menduduki peringkat ke-5 terbaik kategori Pemerintah Kabupaten.
Pencapaian indeks SPBE tahun 2023 ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2021 sebesar 2,55 dan tahun 2022 sebesar 3,19. Indeks SPBE Sleman ini juga menjadi yang tertinggi di DIY.
Senin tanggal 27 Mei 2024 Pemerintah Kabupaten Sleman mendapatkan anugerah Digital Government Award (DGA) dari Presiden RI atas kinerjanya dalam pelaksanaan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Berdasarkan hasil evaluasi pada akhir tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Sleman mendapatkan nilai Indeks SPBE 4,29 dengan kategori Sangat Memuaskan dan menduduki peringkat ke-5 terbaik kategori Pemerintah Kabupaten.
Pencapaian indeks SPBE tahun 2023 ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dimana pada tahun 2021 sebesar 2,55 dan tahun 2022 sebesar 3,19. Indeks SPBE Sleman tahun 2023 ini juga menjadi yang tertinggi di DIY.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa prestasi yang diterima Pemkab Sleman merupakan hasil kerja keras perangkat daerah dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Ia mengucapkan terima kasih atas kinerja seluruh perangkat daerah di Sleman sehingga bisa menjalankan smart city dengan baik serta mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat.
“Semoga ke depan Sleman dapat terus meningkatkan penerapan e-government dalam tata kelola pemerintahan untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih cepat mudah dan semakin baik,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI buka layanan operasional terbatas di Jawa Tengah saat libur Kenaikan Yesus Kristus 2026, termasuk transaksi perbankan esensial.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.