Harga Pangan Turun! Jogja Alami Deflasi Usai Lebaran
BPS mencatat deflasi 0,01% di Jogja April 2026 akibat turunnya harga pangan usai Lebaran. Inflasi tahunan tetap stabil di 2,62%.
RSUD Panembahan Senopati./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—RSUD Panembahan Senopati (RSPS) Bantul bakal memperluas gedung untuk pelayanan ibu dan anak. Anggaran pembangunan tersebut dialokasikan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024 mencapai Rp13 miliar.
Direktur RSUD Panembahan Senopati, Atthobari menyampaikan perluasan gedung tersebut dilakukan dengan menambah lantai II dan III gedung pelayanan ibu dan anak yang telah ada.
Nantinya, lantai I gedung tersebut digunakan pelayanan ibu melahirkan, kemudian lantai II untuk pelayanan pasca melahirkan dan lantai III digunakan untuk pelayanan bayi. “Sehingga gedung itu terpadu untuk ibu dan bayi. Selama ini terpisah, untuk koordinasi tidak bisa cepat. Pelayanan kegawatdaruratan dapat menjadi lebih tepat,” ujarnya, Rabu (28/8/2024).
Menurutnya, RSUD Panembahan Senopati sebagai rumah sakit rujukan biasanya menangani kasus penyakit ibu dan anak yang sudah tidak dapat ditangani di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat bawah. “Sebagian besar kasus yang ditangani terhadap ibu dan anak kita sebagian rumah sakit rujukan sehingga kasus ditangani memang bermasalah dengan kesehatan,” ujarnya.
Dia berharap perluasan gedung pelayanan tersebut mampu menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Bantul.
“Pelayanan ibu dan bayi kita memang sudah ada dan berjalan, itu kita tingkatkan baik kualitas maupun kuantitas. Karena penyakit ibu dan anak menjadi prioritas pelayanan kesehatan untuk pemerintah,” ujarnya.
Dia menuturkan pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2024. “Harapan kami dengan gedung terpadu komunikasi, koordinasi, pelayanan ibu dan anak lebih terpadu. Pelayanan kegawatdaruratan menjadi atau pelayanan tepat.”
Dinkes Bantul mencatat angka kematian ibu (AKI) pada Januari-Juli 2024 mencapai 6 kasus. Sementara tahun 2023, AKI mencapai 9 kasus.
Sementara Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Bantul, Siti Marlina menyampaikan AKI tersebut disebabkan karena beberapa penyakit bawaan ibu selama masa kehamilan.
Beberapa ibu mengalami kardiomiopati atau kelainan otot jantung, dan hipotiroid atau penyakit akibat kadar tiroid yang terlalu tinggi.
Dia menuturkan Dinkes Bantul berupaya menekan kasus AKI tahun ini. Pemeriksaan tersebut ibu hamil telah dilakukan di puskesmas, atau apabila diperlukan bisa diberikan rujukan ke rumah sakit (RS). "Puskesmas memiliki tugas pelayanan dan pemantauan [ibu] selama masa nifas, untuk memantau proses perkembangan penyakit [ibu]," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS mencatat deflasi 0,01% di Jogja April 2026 akibat turunnya harga pangan usai Lebaran. Inflasi tahunan tetap stabil di 2,62%.
Casemiro dipastikan tampil saat Manchester United menghadapi Nottingham Forest dalam laga kandang terakhirnya di Old Trafford.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.