Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memutuskan untuk memperpanjang status siaga darurat kekeringan di wilayahnya sampai dengan akhir September 2024. Sebelumnya status siaga darurat kekeringan ditetapkan sepanjang Agustus lalu akibat kemarau berkepanjangan.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, berdasarkan koordinasi pihaknya dengan BMKG setempat hari tanpa hujan di DIY masih akan berlangsung sampai dengan Oktober dasarian tiga mendatang. Pada masa itu hujan akan turun tetapi masih dalam intensitas rendah.
"Makanya kami memutuskan untuk memperpanjang, karena kabupaten semua juga memperpanjang status siaga darurat kekeringannya," kata Noviar, Kamis (29/8/2024).
BACA JUGA: PDIP Dikabarkan Usung Anies Baswedan untuk Pilkada Jawa Barat, Ini Kata Puan Maharani
Status siaga darurat kekeringan itu nantinya akan berlaku sampai 30 September 2024. Adapun surat ketetapan (SK)-nya masih berada di Gubernur DIY untuk segera disahkan. Dengan begitu upaya-upaya penyaluran bantuan air bersih masih akan dilakukan.
"Aktivitasnya masih sama, tindakan berupa penyaluran air ke masyarakat terutama yang di Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo," jelas Noviar.
Pihaknya mencatat total sudah sebanyak 800 tangki air bersih yang sudah disalurkan ke Kabupaten Gunungkidul, 30 tangki ke Kabupaten Kulonprogo dan 25 tangki ke Kabupaten Bantul. Sementara untuk stok, Noviar menyebut masih ada ribuan tangki air bersih yang ada di kabupaten kota.
"Kami sifatnya hanya mengkoordinasi saja, tidak tersedia pada kami, tapi di kabupaten kota seperti Gunungkidul ada 1.000 tangki dan di kecamatan-kecamatan ada 2.000 tangki, di Kulonprogo dan Bantul tidak ada yang ada hanya Dinsos DIY 100 tangki," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.