Pegadaian Raih Penghargaan Khusus di Ajang IDX Channel Anugerah ESG
Pegadaian meraih penghargaan dari IDX Channel Anugerah ESG 2026 pada kategori Inovasi Keuangan Inklusif untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Peserta lomba dan pengurus YGSI Nanggulan berfoto bersama seusai penyerahan hadiah dalam lomba pengolahan jamur krispi di Nanggulan, Jumat (30/8). – Harian Jogja/Triyo Handoko
KULONPROGO—Saemaul Foundation melalui Yayasan Globalisasi Indonesia (YGSI) pada tahun ke-3 pelaksanaan Program Pembangunan Desa Percontohan Saemaul di Kapanewon Nanggulan, menggelar kegiatan Kompetisi Saemaul yang bertemakan Kompetisi Kreasi Jamur Krispi se-Kapanewon Nanggulan.
Sebanyak tujuh kelompok mengikuti lomba, di mana masing-masing mewakili enam kalurahan di Kapanewon Nanggulan, dan terdapat satu kelompok difabel. Ketua tim YGSI Nanggulan, Anang Hartono, menjelaskan kegiatan yang digelar bertujuan untuk menularkan semangat Gerakan Saemaul yang mengutamakan nilai kerja sama atau gotong royong ditambah dengan inovasi, kreasi, dan pemberdayaan. Nilai Gerakan Saemaul itu diimplementasikan dengan kerja sama di dalam kelompok yang berkompetisi.
Anang menerangkan lewat semangat itu lembaganya ingin meningkatkan pemberdayaan dan kemandirian warga Nanggulan. Kompetisi jamur krispi dipilih lantaran YGSI sudah memberikan bantuan budi daya jamur di wilayah tersebut.
Melalui kompetisi pengelolaan jamur itu, YGSI berharap masyarakat dapat kreatif meningkatkan nilai tambah ekonomi dari komoditas pangan tersebut.
"Saat ini jamur yang dibudidayakan masih dijual secara mentah, kami harap dengan kegiatan ini ada semangat untuk mengelolanya agar dapat meningkatkan nilai ekonomi," katanya. Peningkatan nilai ekonomi melalui pengelolaan jamur, menurut Anang, dapat meningkatkan kesejahteraan warga Nanggulan. "Untuk meningkatkan semangat para peserta lomba, kami menyediakan hadiah dengan total Rp10 juta agar peserta makin inovatif dan unggul dalam mengolah jamurnya," tuturnya.
Pelatihan pengolahan jamur rutin dilakukan oleh YGSI, dan telah digelar sebanyak delapan kali. "Hasil pelatihan ini kami harapkan bisa diimplementasikan dalam kegiatan ini, dan terus dilanjutkan oleh peserta," katanya.
Panewu Nanggulan, Haryoto, mengapresiasi kegiatan tersebut. "Kami sangat mengapresiasi berbagai kegiatan YGSI di Nanggulan karena mampu meningkatkan keterampilan dan memberdayakan masyarakat," ujarnya.
Haryoto menilai masyarakat Nanggulan selalu antusias dengan berbagai program YGSI. "Kami berharap program-program ini dapat terus dilanjutkan, bahkan ditingkatkan agar makin luas lagi sasarannya, sehingga dapat menyejahterakan warga," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pegadaian meraih penghargaan dari IDX Channel Anugerah ESG 2026 pada kategori Inovasi Keuangan Inklusif untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
BPS DIY mencatat jumlah penduduk miskin turun 13.900 orang pada Maret 2026 menjadi 408.870 jiwa atau 9,70%. Penurunan ini menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.
Timnas Voli Putri Indonesia bersiap di seri kedua SEA V Cup 2026 Thailand. Target perbaiki peringkat usai finis ketiga di Hanoi. Simak jadwalnya.
FIFA menggelar rapat darurat di Maroko setelah rencana komersialisasi Piala Dunia memicu kritik dari Arsene Wenger, UEFA, hingga Pangeran Ali Yordania.
Kehilangan HP? Tenang, ada 7 aplikasi pelacak seperti Find My, Life360, dan Prey. Bisa lacak lokasi, kunci perangkat, hingga bunyikan alarm.
Media Hong Kong SCMP menyoroti hubungan pemerintahan Prabowo dan kelompok konglomerat 9 Naga di tengah kebijakan DHE, Danantara Sumberdaya Indonesia, dan pengua