Prabowo Naik LRT Kelapa Gading-Manggarai Bersama Pelajar, Ini Rute yang Dilewati
Presiden Prabowo Subianto menjajal LRT Kelapa Gading-Manggarai bersama pelajar dan Pramono Anung. Layanan untuk masyarakat mulai 17 September.
Lokasi pengungsian warga Gaza /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Untuk mengatasi kekurangan dana yang kritis dalam penanganan keadaan darurat kemanusiaan, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengucurkan 100 juta dolar AS atau setera Rp1,55 triliun dari Dana Tanggap Darurat Pusat.
Pendanaan darurat tersebut akan membantu 10 negara yang tersebar di Afrika, Amerika, Asia, dan Timur Tengah.
BACA JUGA: PBB Gelar Upacara Penghormatan untuk Mendiang Presiden Iran, AS Absen
Lebih dari sepertiga dana darurat baru akan digunakan untuk operasi bantuan di Yaman dan Ethiopia dengan masing-masing berjumlah 20 juta dolar AS (Rp309 miliar) dan 15 juta dolar AS (Rp232 miliar).
Di negara-negara itu, masyarakat bergulat menghadapi dampak dari kelaparan, pengungsian, penyakit, dan bencana iklim.
Paket pendanaan baru tersebut juga akan mendukung operasi kemanusiaan di negara-negara yang terkena dampak konflik dan pengungsian bertahun-tahun yang diperburuk oleh guncangan iklim.
Negara-negara tersebut antara lain Myanmar (12 juta dolar AS), Mali (11 juta dolar), Burkina Faso (10 juta dolar), Haiti (9 juta dolar), Kamerun (7 juta dolar), dan Mozambik (7 juta dolar)
Negara-negara yang sedang menangani kekeringan dan banjir akibat El Nino, seperti Burundi (5 juta dolar) dan Malawi (4 juta dolar), juga termasuk dalam pendanaan tersebut.
“Dalam banyak keadaan darurat kemanusiaan, kurangnya dana menghalangi lembaga bantuan untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan... untuk menyelamatkan jiwa ... Ini sangat menyedihkan,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat (CERF) Joyce Msuya.
Msuya menjelaskan bahwa pendanaan CERF merupakan suntikan dana darurat sebagai upaya terakhir untuk mencegah keadaan terburuk serta menyelamatkan nyawa ketika dana kemanusiaan lainnya tidak mencukupi.
“Kami sangat membutuhkan peningkatan dan perhatian berkelanjutan dari donor terhadap krisis kekurangan dana ini,” katanya, menambahkan.
Paket pendanaan terbaru tersebut merupakan alokasi kedua untuk keadaan darurat yang kekurangan dana pada tahun ini, setelah pencairan dana sebesar 100 juta dolar AS (Rp1,55 triliun) pada Februari untuk tujuh negara.
Namun, dana gabungan sebesar 200 juta dolar AS (Rp3,1 triliun) yang dikeluarkan untuk krisis kemanusiaan yang kurang pendanaan adalah jumlah terendah dalam tiga tahun terakhir, menurut pernyataan itu.
Tahun ini, komunitas kemanusiaan telah meminta sekitar 49 miliar dolar AS (Rp759 triliun) untuk menjangkau 187 juta orang paling rentan dalam krisis di seluruh dunia.
Namun, hanya 29 persen dari permintaan pendanaan itu yang telah diterima, sehingga menyisakan selisih sebesar 35 miliar dolar AS (Rp544 triliun).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo Subianto menjajal LRT Kelapa Gading-Manggarai bersama pelajar dan Pramono Anung. Layanan untuk masyarakat mulai 17 September.
Anggaran alkes TB 2027 menjadi sorotan DPR. Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut penanganan TB diperkuat lewat dana hibah.
KPK mengungkap dugaan struktur bayangan di ATR/BPN dalam kasus suap HGB Summarecon yang menyeret delapan tersangka.
Koalisi buruh menyoroti draf RUU Pelindungan Ketenagakerjaan terkait upah, pekerja kontrak, outsourcing, dan pemagangan.
BEI kembali menerapkan short selling secara bertahap dan memperkirakan transaksi ini berpotensi menambah likuiditas pasar hingga 17 persen.
Sebanyak 215.845 warga Bantul sudah mengaktifkan IKD. Disdukcapil memperluas jemput bola hingga kalurahan untuk mengejar target 30%.