Ban Mobil Jarang Dipakai Tetap Bisa Retak, Kenali Penyebabnya
Ban mobil retak rambut bisa dipicu usia, UV, tekanan angin, hingga penyimpanan. Kenali retakan yang masih dangkal dan tanda ban harus diganti.
Ilustrasi-Proyek pembangunan atau pengaspalan jalan di ruas Jalan Caturharjo - Bambanglipuro yang melintasi empat pedukuhan di dua kecamatan wilayah Bantul. - Antara - Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Bantul menargetkan pada 2024 ini dapat memperbaiki jalan sepanjang 60-100 kilometer dengan anggaran Rp81 miliar.
"Anggaran ini untuk semua jalan yang berstatus jalan kabupaten," kata Plt Kepala DPUPKP Bantul Jimmy Alran Manumpak Simbolon, Jumat (30/8/2024) siang.
Jimmy mengaku sampai saat ini belum semua jalan di Bumi Projotamansari mantap atau dalam kondisi baik. Ia menyebut salah satu alasan kenapa kondisi mantap jalan sampai saat ini masih 64,67 persen. Hal ini dikarenakan pada 2024, ada beberapa jalan yang awalnya berstatus jalan kalurahan, naik menjadi jalan kabupaten.
Ia mengungkapkan dari total panjang jalan kabupaten yakni 1.210,72 kilometer, hingga kini baru 64,67 persen atau 782,98 kilometer yang dalam kondisi mantap.
BACA JUGA: Ratusan Kilometer Jalan di Bantul Rusak, Anggota DPRD Minta Pemkab Awasi Proyek
Menurut dia, kondisi kemantaban jalan mencapai 64,67 persen atau 782,98 kilometer itu karena ditambah jalan kalurahan yang dinaikkan statusnya menjadi jalan kabupaten. "Karena kalau jalan kabupaten sudah 75 persen tapi ketambahan kenaikan status jalan kalurahan menjadi jalan kabupaten," ucapnya.
Khusus untuk ruas jalan Jejeran-Pleret, Jimmy menyebut perbaikan jalan untuk ruas jalan sepanjang 1,8 kilometer tersebut menggunakan anggaran Rp3,5 miliar. Adapun untuk anggaran perbaikan jalan pada 2025, Jimmy menyebut angka yang diajukan ke APBD 2025 sekitar Rp81 miliar. "Dan, saat ini anggaran tersebut dalam pembahasan di DPRD," ucapnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, berharap dengan perbaikan ruas jalan Jejeran-Pleret, maka mobilitas arus barang dan jasa akan semakin lancar dan berujung pertumbuhan ekonomi. Apalagi di kawasan tersebut banyak kuliner sate yang dikunjungi wisatawan.
"Karena kalau jalan buruk wisatawan menghindari jalan ini dan jasa usaha pariwisata terdampak. Kita juga sedang menyelesaikan jalan Terong-Mangunan yang sebelumnya seperti sungai kering," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ban mobil retak rambut bisa dipicu usia, UV, tekanan angin, hingga penyimpanan. Kenali retakan yang masih dangkal dan tanda ban harus diganti.
Berikut proyeksi ranking FIFA Indonesia jika menang, imbang, atau kalah dari Singapura pada FIFA ASEAN Cup 2026
Mercedes-Benz memperingatkan dua pabrik di Jerman bisa ditutup jika biaya produksi tak ditekan. Perusahaan belum menyebut lokasi yang terancam.
Agnez Mo ketahuan rehearsal di SUGBK dan disebut membawakan Indonesia Pusaka. Benarkah ia akan tampil di pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026?
QJMotor X-Adventure 900 dikabarkan membawa mesin 904 cc bertenaga sekitar 95 HP. DCT, Brembo, Marzocchi, dan debut EICMA masih belum resmi
Pesan WhatsApp yang terhapus mungkin masih terlihat lewat Riwayat Notifikasi Android. Simak cara mengaktifkan fitur di Google Pixel dan Samsung.