3 Cara ChatGPT Work Bantu UMKM Atur Prioritas, Konten, hingga Laporan
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Kickoff imunisasi JE di Grand Rohan, Selasa (3/9/2024)/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL— Sebanyak 195.364 anak berusia sembilan bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun di Kabupaten Bantul menjadi sasaran imunisasi Japanese Encephalitis (JE) yang digelar 3 September 2024 sampai 31 Oktober 2024.
Imunisasi JE diberikan untuk menambah kekebalan dan daya tahan tubuh pada anak terhadap penyakit radang otak merupakan suatu penyakit yang disebabkan virus bersumber binatang dan ditularkan oleh nyamuk Culex.
BACA JUGA : 81 Ribu Lebih Anak di Kota Jogja Akan Disasar Vaksin Japanese Enchepalitis
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Tri Widiyantara mengatakan, berdasarkan rekapitulasi data di Kemenkes, pada rentang tahun 2014 –2021, dari 11 provinsi sentinel di Indonesia, terdapat 143 kasus JE.
Provinsi Bali menempati peringkat tertinggi dengan 77 kasus, Provinsi Kalimantan Barat (28 kasus), DIY (13 kasus) dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (12 kasus).
"Sebanyak 85% dari total kasus terjadi pada kelompok usia di bawah atau sama dengan 15 tahun. Untuk mencegah penyakit ini maka diperlukan pemberian imunisasi JE, seperti yang kami gelar kickoffnya hari ini,"katanya.
Imunisasi JE, kata Agus dilaksanakan pada 3 September 2024 sampai 31 Oktober 2024. dengan sasaran 195.364 anak berusia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun. Setelah itu, pada November 2024, akan ada pemberian satu dosis imunisasi JE pada anak usia 10 bulan dengan sasaran sejumlah 195.364 anak.
"Pelaksanaan imunisasi JE ini digelar di puskesmas dan gratis," kata Agus.
Terkait dengan kasus JE di Bantul, Agus mengaku jika belum menemukan kasus JE. Hanya saja, Agus mengungkapkan jika kasus itu terjadi di kabupaten lain. "Kalau tidak salah terjadi di Kabupaten Sleman," kata Agus.
Menurut Agus, ada sejumlah tanda-tanda orang terkena penyakit JE, di antaranya mengalami gejala berupa demam tinggi mendadak, dan gejala kejang, kekakuan otot. Selain itu, ada kelemahan anggota badan (flaccid), dan penurunan kesadaran selama kurang lebih 1-3 minggu, bahkan bisa terjadi kematian.
"Untuk Case Fatality Rate [CFR] penyakit ini sebesar 11 persen, dengan angka tertinggi pada anak usia kurang dari 10 tahun. Penyakit ini belum ada obat tapi bisa dicegah dengan imunisasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga mengawasi revitalisasi sekolah swakelola agar pembangunan sesuai kebutuhan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat