Polres Kulonprogo Ubah Lahan Gersang Jadi Produktif, Hasilkan Padi 6,7 Ton per Hektare

Triyo Handoko
Triyo Handoko Kamis, 05 September 2024 14:57 WIB
Polres Kulonprogo Ubah Lahan Gersang Jadi Produktif, Hasilkan Padi 6,7 Ton per Hektare

Suasana panen raya padi di Bulak Nglatak, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur yang dipimpin Kapolres Kulonprogo, AKBP Wilson Bugner F. Pasaribu (paling kanan) sebagai inisiator program tersebut.

Harianjogja.com, KULONPROGO--Lahan gersang yang belasan tahun tak produktif untuk pertanian di Padukuhan Sidorejo, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur akhirnya bisa menghasilkan bahan pangan lagi. Panen raya dilakukan di lahan yang kerap disebut warga sekitar sebagai Bulak Nglatak tersebut berupa padi pada Rabu (5/9/2024) sore.

Lahan yang dikelola Polres Kulonprogo dalam program ketahanan pangan itu kini menghasilkan 6,7 ton padi per hektarnya. Bekerja sama dengan warga sekitar untuk menggarap pertanian di lahan seluas 9, 6 hektar itu, jajaran kepolisian berhasil memproduktifkan lagi sawah tersebut.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Wilson Bugner F. Pasaribu menjelaskan program pertanian di Galur tersebut penting dilakukan untuk memastikan kedaulatan pangan terus terjaga. “Daerah Galur diproyeksikan menjadi wilayah berdaulat pangan atau swasembada pangan. Bulak Sawah ini sangat luas, mencapai 9,6 hektar, dengan hasil panen diperkirakan mencapai 6,27 ton per hektar," jelasnya.

Lahan yang dulunya kritis dan kini sudah produktif lagi itu, jelas Wilson, dikerjakan bersama warga sekitar dengan menanam berbagai varietas padi. Terdapat padi jenis  Ciherang, Supadi, Inpan 32, dan IR 64 pada Juni lalu.

Perawatan dan pemeliharaan dilakukan oleh para petani setempat, lanjut Wilson, termasuk pemupukan dua kali, pemberian herbisida untuk memberantas gulma. "Pengairan menggunakan pompa air karena irigasi yang kurang memadai. Selain itu, penyemprotan insektisida juga dilakukan untuk mengatasi hama wereng yang mengancam tanaman," paparnya.

Wilson menyebut hasil pertanian itu diserahkan ke warga sekitar dan petani penggarapnya. Melalui program tersebut diharapkan penghasilan masyarakat dapat meningkat lewat sektor pertanian ini.

BACA JUGA: Lumbung Mataraman di Kulonprogo Kenalkan Pangan Lokal

Melihat suksesnya program tersebut di Kapanewon Galur, Wilson berniat meneruskannya. "Tidak hanya padi, akan dicoba komoditas lain, seperti tanaman hortikultural yang dapat dibudidaya sepanjang tahun," ungkapnya.

Selain menguatkan kedaulatan pangan, sabung Wilson, program ini juga menguatkan hubungan kepolisian dan masyarakat.  "Sebagai bentuk investasi keamanan dan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa kepolisian bermitra dengan masyarakat dalam segala aspek kehidupan. Ini adalah terobosan kreatif yang memanfaatkan lahan tidur agar produktif kembali," jelasnya.

Sementara itu Lurah Banaran, Haryanta mengapresiasi kerja sama dan bantuan dari Polres Kulonprogo dalam menghidupkan lagi lahan kritis di wialyahnya tersebut. "Kami berterima kasih, selain menghidupkan lahan kritis program ini juga meningkatkan kesejahteraan warga kami yang menggarapnya," ujarnya.

Haryanta menyebut dengan tingkat produktivitas lahan sebanyak 6,7 ton padi perhektar itu sangat membanggakan. "Ini jadi motivasi bagi kami untuk terus memanfaatkan peluang yang ada, hal ini membuktikan dari lahan tandus dapat produktif," tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online