Nasabah Bersaldo Jumbo di DIY Bertambah
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Hujan terjadi di sejumlah wilayah di DIY./BMKG
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah wilayah di DIY mulai dilanda hujan, Minggu (8/9/2024) sedari sore hingga malam ini. Hanya saja, hujan itu masih berintensitas rendah.
Hingga Minggu malam, terpantau sejumlah wilayah di Kota Jogja, Bantul, dan Sleman. Tak hanya rintik hujan, awan hujan juga terpantau di langit Jogja beberapa waktu ini.
Stasiun Meteorologi BMKG DIY menuturkan ada sejumlah penyebab munculnya hujan. Salah satunya Madden Julian Oscillation (MJO) fase 5 yang berperan membentuk awan hujan.
"Terpantau MJO aktif pada fase 5. Aktifnya MJO berkaitan dengan potensi peningkatan pembentukan awan hujan," jelas Kepala Stasiun Meteorologi BMKG DIY Warjono melalui keterangan tertulisnya, Minggu (8/9/2024).
Selain itu juga terpantau adanya pusat tekanan rendah di perairan sebelah barat Pulau Sumatra. Pola angin di atas wilayah Jawa dan khususnya DIY masih didominasi angin timuran dengan kecepatan 10 hingga 30 km/jam.
"Sehingga potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY cukup signifikan. Ini pula yang menyebabkan awan hujan terlihat dalam beberapa hari belakangan ini hingga ke depan," katanya.
Berdasarkan data ini, BMKG DIY memprediksi munculnya hujan selama tiga hari ke depan. Potensi hujan intensitas ringan terjadi antara 9-11 September 2024. Potensi terjadi di kawasan Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul.
Atas kondisi ini pihaknya telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Baik dari unsur pertanian maupun kebencanaan. Kaitannya adalah upaya mitigasi dari segala aspek. "Tanggal 9 September 2024 potensi hujan ringan di Sleman, Kulonprogo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara. Lalu 10 September potensi hujan ringan di Sleman dan Kulonprogo bagian utara, sementara 11 September potensi hujan ringan di Sleman bagian utara," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.