Astra Motor Jogja Ajak Komunitas Honda Konser Bareng Gen Kalcer
Komunitas sepeda motor Honda bersama Astra Motor Yogyakarta mengisi malam minggu dengan nonton konser bareng di acara Semesta Berpesta di Stadion Kridosono
Seminar Njagong Budaya berjudul Hanoman and the Ramayana: Insight and Lesson for Indonesia Today di Yayasan Taman Cipta Karya Nasional, Senin (9/9/2024)./David Kurniawan
SLEMAN—Yayasan Taman Cipta Karya Nusantara (TCKN) menggelar seminar Njagong Budaya dengan judul Hanoman and the Ramayana: Insight and Lesson for Indonesia Today, Senin (9/9/2024). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Sejarawan, Peter Carey via Zoom dan Pemerhati Budaya sekaligus Dosen Sanata Dharma, Romo Gregorius Budi Subanar.
Ketua Yayasan TCKN, Crista Trirahayu mengatakan kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka merayakan Hari Literasi Internasional, ulang tahun Yayasan TCKN serta rangkaian soft opening gedung baru Hanoman yang akan menjadi pusat kegiatan Pendidikan, sosial dan budaya.
Gedung Hanoman terinspirasi dari tokoh legendaris dalam Ramayana yang melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, kesetiaan, keberanian dan pengabdian. Hanoman juga mencerminkan filosofi pendidikan yang sejalan dengan visi dan misi TCKN.
“Makanya kegiatan Njagong Budaya juga bertemakan tentang Hanoman. Apalagi pemilik Yayasan juga sangat mengidolakan sosok Hanoman. Terbukti saat ke Jogja, pasti menyempatkan diri menonton sendratari Ramayana di Prambanan,” katanya, Senin siang.
Diharapkan melalui kegiatan ini, dapat memperkuat komitmen TCKN dalam mendukung pendidikan dan kegiatan sosial yayasan, serta menciptakan dampak positif bagi masyarakat. “Semangat dari Hanoman inilah yang akan ditiru didalam pelayanan yang dimilik Yayasan,” katanya.
Dosen Sanata Dharma, Gregorius Budi Subanar mengatakan cerita Hanoman dengan Ramayana sudah ada sejak abad kesembilan, tetapi cerita ini masih eksis sampai saat ini.
Menurut Romo Banar, sapaan akrabnya, ada beberapa poin penting yang terkandung dalam kisah Hanoman yakni melambangkan identitas diri, inspiratif, aspiratif hingga futuristik. “Makanya kisahnya masih sangat dikenal hingga sekarang,” katanya.
Menurut dia, sosok hanoman tidak hanya melambangkan sosok ksatria yang tangguh dan kokoh, tetapi juga memiliki sifat feminis. Hal ini tak lepas peran Sang Ibu, Dewi Anjani yang mengasuhnya sejak kecil. “Ada keteladan dari Hanoman yang bisa dicontoh dan diterapkan saat ini,” katanya.
Sejarawan Peter Carey mengatakan, Hanoman bisa menjadi insiprasi karena sangat dekat dengan rakyat. Ia juga merupakan tokoh yang setia dan memiliki tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi. “Salah satu kesaktiannya bisa melihat masa depan menggunakan pusaka Cupu Manik Astagina,” katanya.
Malahan sambung dia, ada yang menyetarakan Hanoman seperti layaknya Superman atau Batman di era modern ini. Peter tidak menampik hal tersebut, tetapi dia menekankan Sang Raja Kera memiliki keunggulan tersendiri sehingga Masyarakat Indonesia bangga dengan cerita kepahlawananya.
“Harus menekankan akar budaya milik bangsa sendiri. Apalagi Indonesia merupakan wadah yang komplit dan menjadi bangsa yang majemuk,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komunitas sepeda motor Honda bersama Astra Motor Yogyakarta mengisi malam minggu dengan nonton konser bareng di acara Semesta Berpesta di Stadion Kridosono
Update prakiraan cuaca Jogja dan sekitarnya untuk Rabu, 13 Mei 2026. Cek daftar wilayah yang berpotensi hujan ringan serta pantauan suhu udara di seluruh DIY.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.