4 Negara Ini Bisa Dikunjungi WNI Tanpa Visa pada 2026
WNI bisa mengunjungi sejumlah negara Eropa tanpa visa pada 2026. Cek daftar Serbia, Belarus, Ukraina, dan Turki beserta batas masa tinggalnya.
Ilustrasi anak sakit (Freepik)
Harianjogja.com, BANTUL— Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul menyatakan selama dua pekan kedepan siswa di SD Unggulan Aisyiah tidak akan mendapatkan jatah katering, menyusul insiden 64 siswa di sekolah tersebut mengalami keracunan pada Selasa (10/9/2024) lalu.
"Sebagai gantinya, siswa diminta membawa bekal sendiri. Ini berlaku selama dua pekan, sembari menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan oleh Balai Laboratorium dan Kalibrasi (BLKK) keluar," kata Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto, Jumat (13/9/2024).
Selain itu, pada Jumat (13/9/2024), kata Nugroho pihak sekolah juga telah menerapkan pembelajaran jarak jauh ke siswa, menyusul adanya insiden keracunan massal di SD Unggulan Aisyiah. Pihak sekolah juga melakukan sterilisasi lingkungan sekolah dan akan melakukan evaluasi SOP untuk pemberian katering dan juga SOP pengadaan bahan makanan untuk katering yang dikelola sekolah tersebut.
"Untuk kondisi siswa, kemarin masih ada 4 siswa yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kami harapkan, mereka segera sembuh," harap Nugroho.
Terkait dengan sekolah yang menggunakan sistem pemberian makan katering di Bantul, Nugroho mengaku sampai saat ini pihaknya belum mengetahui jumlahnya. Hanya saja, diakuinya untuk SD Unggulan Aisyiah memang telah menerapkan sistem makan siang yang dikelola katering sekolah sejak sekolah tersebut berdiri.
Kepala SD Unggulan Aisyiah Bantul, Suwardi membenarkan jika selama sekolah berdiri pihaknya menerapkan sistem makan siang yang dikelola katering sekolah. Karena adanya peristiwa keracunan tersebut, Suwardi menyatakan pihaknya hari ini melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Keputusan PJJ ini juga telah kami disampaikan kepada Disdikpora Bantul. Karena kami juga ingin membersihkan kondisi sekolah, dan berkoordinasi agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi," imbuh Suwardi.
Suwardi mengungkapkan, saat ini pihaknya juga masih akan menunggu hasil uji laboratorium terkait penyebab terjadinya keracunan. Sebab, dari Dinkes Bantul menyatakan jika hasil uji laboratorium akan keluar dua pekan lagi.
"Dari sana kami akan tahu, bahan makanan apa yang membuat anak-anak mengalami keracunan. Sementara ini kami akan memperbaiki SOP terhadap bahan makanan yang masuk," kata Suwardi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WNI bisa mengunjungi sejumlah negara Eropa tanpa visa pada 2026. Cek daftar Serbia, Belarus, Ukraina, dan Turki beserta batas masa tinggalnya.
25 merek beras fortifikasi ditarik dan izinnya dicabut. Mendag Budi Santoso memastikan stok beras di ritel tetap aman.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Kopaska dan Dislambair TNI AL menemukan bukti di lokasi karam KM Virgo Transport 8 untuk mendukung investigasi KNKT.
Dasco menyebut ketum parpol belum menentukan parliamentary threshold dalam RUU Pemilu. Gerindra sebelumnya menyatakan setuju PT 5%.
SMAN 1 Sentolo menjelaskan penanganan dugaan pelecehan oleh oknum satpam dan memastikan petugas tersebut dinonaktifkan mulai 17 September.