Gol Justin Hubner Muncul Bersamaan dengan Kabar Pahit Garuda
Justin Hubner mencetak gol saat Fortuna Sittard menghadapi FC Metz, di tengah kepastian dirinya absen membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Ilustrasi anak sakit (Freepik)
Harianjogja.com, BANTUL— Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul menyatakan selama dua pekan kedepan siswa di SD Unggulan Aisyiah tidak akan mendapatkan jatah katering, menyusul insiden 64 siswa di sekolah tersebut mengalami keracunan pada Selasa (10/9/2024) lalu.
"Sebagai gantinya, siswa diminta membawa bekal sendiri. Ini berlaku selama dua pekan, sembari menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan oleh Balai Laboratorium dan Kalibrasi (BLKK) keluar," kata Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto, Jumat (13/9/2024).
Selain itu, pada Jumat (13/9/2024), kata Nugroho pihak sekolah juga telah menerapkan pembelajaran jarak jauh ke siswa, menyusul adanya insiden keracunan massal di SD Unggulan Aisyiah. Pihak sekolah juga melakukan sterilisasi lingkungan sekolah dan akan melakukan evaluasi SOP untuk pemberian katering dan juga SOP pengadaan bahan makanan untuk katering yang dikelola sekolah tersebut.
"Untuk kondisi siswa, kemarin masih ada 4 siswa yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kami harapkan, mereka segera sembuh," harap Nugroho.
Terkait dengan sekolah yang menggunakan sistem pemberian makan katering di Bantul, Nugroho mengaku sampai saat ini pihaknya belum mengetahui jumlahnya. Hanya saja, diakuinya untuk SD Unggulan Aisyiah memang telah menerapkan sistem makan siang yang dikelola katering sekolah sejak sekolah tersebut berdiri.
Kepala SD Unggulan Aisyiah Bantul, Suwardi membenarkan jika selama sekolah berdiri pihaknya menerapkan sistem makan siang yang dikelola katering sekolah. Karena adanya peristiwa keracunan tersebut, Suwardi menyatakan pihaknya hari ini melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Keputusan PJJ ini juga telah kami disampaikan kepada Disdikpora Bantul. Karena kami juga ingin membersihkan kondisi sekolah, dan berkoordinasi agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi," imbuh Suwardi.
Suwardi mengungkapkan, saat ini pihaknya juga masih akan menunggu hasil uji laboratorium terkait penyebab terjadinya keracunan. Sebab, dari Dinkes Bantul menyatakan jika hasil uji laboratorium akan keluar dua pekan lagi.
"Dari sana kami akan tahu, bahan makanan apa yang membuat anak-anak mengalami keracunan. Sementara ini kami akan memperbaiki SOP terhadap bahan makanan yang masuk," kata Suwardi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Justin Hubner mencetak gol saat Fortuna Sittard menghadapi FC Metz, di tengah kepastian dirinya absen membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Prabowo meminta simulasi baru kenaikan harga minyak untuk menjaga APBN dan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.