Mengapa Gempa Jepang Tak Separah Venezuela? Ini Penjelasan Pakar
Prof Sarwidi menilai mitigasi gempa menjadi penentu dampak bencana. Perbedaan kerusakan di Venezuela dan Jepang menjadi pelajaran bagi Indonesia.
Sejumlah pengunjung melihat Anggrek berbunag di Anggrek Astuti. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah galeri bernama Anggrek Astuti Jogja memberikan warna berbeda dalam merawat tanaman jenis Anggrek. Ada ratusan jenis Anggrek di galeri berlokasi Jalan Kaliurang Km 17 Sleman ini, namun pengelolanya tak sekadar menjadikan tanaman sebagai komoditas perdagangan.
Tak heran pada setiap satu tanaman Anggrek yang sudah diberikan barcode, tertulis nama jenisnya dan pada kolom harga hanya dituliskan "tanyakan ke admin". Direktur Anggrek Astuti Jogja Hananda Hutami Putri sendiri tak bisa mengungkap nominal pasti harga Anggrek yang dipajak di galerinya.
BACA JUGA : Kelompok Wanita Tani Kulonprogo Dilatih Budi Daya Anggrek
Ia hanya memberikan kelu bahwa pernah ada satu Anggrek yang relatif kecil namun laku terjual dengan nilai Rp2,5 juta. Bisa jadi masih banyak Anggrek jenis lain yang juga terjual dengan harga di atas nominal tersebut, namun Nanda, sapaan akrab, lebih senang tak mengungkap nominal harga.
"Memang agak sulit ya ketika ditanya berapa, karena kami memang tidak semata-mata menjadikan ini sebagai komoditas perdagangan. Di sini kami menjadikan Anggrek bernilai seni yang hidup, sama seperti seni biasanya orang yang cocok senang, hobi, dia akan membeli dengan harga berapa pun," katanya, Sabtu (14/9/2024).
Sama seperti galeri seni, di Anggrek Astuti Jogja tumbuhan pasilan yang berbunga indah ini ditempatkan dengan penataan yang khusus. Anggrek dipajang di setiap ruangan beratapkan beberapa genteng transparan sehingga sedikit sinar matahari tetap bisa masuk.
Anggrek-anggrek di ruangan ini biasanya sudah siap berbungan dan sudah berbunga. Di bagian belakang bangunan ruang utama juga tersedia sebuah greenhouse Anggrek yang jumlah ratuan bahkan ribuan. Hasil dari grenhouse ini cocok bagi pemula yang ingin mengawali merawat Anggrek karena sebagian besar belum berbunga.
Berusaha menyajikan sudut pandang berbeda dalam budidaya Anggrek terhadap penggemarnya. "Tempat ini berusaha memperkenalkan mtode inovatif, melangkah jauh dari pendkatan tradisional dan menghadirkan gagasan baru dalam merawat Anggrek. Jadi kami menyediakan Anggrek sebagai karya seni, edukasi sekaligus menanamkan kebanggan nasional," katanya.
BACA JUGA : Pesona Anggrek Nambangan, Tumbuh Subur Berkat Listrik PLN
Dimulai saat Pandemi Covid-19, namun galeri Anggrek sudah memikat banyak masyarakat untuk datang atau meminta diedukasi tentang Anggrek. Anggrek Astuti juga mengarungi sejumlah pemeran seperti Vredeburg Fair hingga pameran instalasi Anggrek di Gedung Agung Istana Kepresidenan Jogja pada 13-30 Agustus 2024 lalu.
"Harapan kami tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Anggrek, tetapi juga memperkuat hubungan antara manusia dengan alam," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prof Sarwidi menilai mitigasi gempa menjadi penentu dampak bencana. Perbedaan kerusakan di Venezuela dan Jepang menjadi pelajaran bagi Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.