Pelintasan Liar Jalur KA di Jogja Masih Tersisa 14 Titik
KAI Daop 6 Jogja masih mencatat 14 pelintasan liar hingga Juli 2026. Delapan titik ditutup tahun ini, total 42 perlintasan ditutup sejak 2023.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dalam tiga tahun terakhir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat jumlah penderita penyakit jantung mencapai ribuan orang. Untuk itu, Dinkes Bantul meminta masyarakat menerapkan gaya hidup sehat untuk menekan jumlah kasus tersebut.
Berdasarkan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (Simpus), Dinkes Bantul mencatat kasus penyakit jantung iskemik pada 2022 mencapai 90 kasus. Kemudian pada 2023, penyakit jantung iskemik menurun menjadi 86 kasus. Lalu pada Januari-September 2024, penyakit jantung iskemik mencapai 83 kasus.
Sementara kasus gagal jantung pada 2022 mencapai 3.411 kasus. Kemudian pada 2023, kasus gagal jantung meningkat menjadi 3.693 kasus. Sementara pada Januari-September 2024, angkanya kembali meningkat menjadi 3.700 kasus.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul, Feranose Panjuantiningrum menyampaikan dari jumlah kasus tersebut, penderita penyakit jantung sebagian besar berada di atas 55 tahun.
Menurutnya, gaya hidup yang tidak sehat menjadi penyebab tingginya penderita penyakit jantung di Bantul. “Pola atau gaya hidup yang tidak sehat tentu berpengaruh terhadap tingginya angka kesakitan [jantung]. Seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat seperti tinggi asupan garam, gula dan lemak, konsumsi alkohol, kurang konsumsi buah dan sayur,” ujarnya, Rabu (25/9/2024).
Dia pun mengimbau agar masyarakat menerapkan gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit tersebut.
Menurutnya, selama ini Dinkes Bantul telah melakukan upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif untuk menanggulangi penyakit jantung.
Upaya promotif dilakukan dengan edukasi dan sosialisasi masyarakat mengenai penyakit tersebut. Kemudian, upaya preventif dilakukan dengan skrining penyakit jantung bawaan pada ibu hamil, dan skrining potensi komplikasi penyakit jantung untuk penderita diabetes melitus dan hipertensi.
“Upaya kuratif dan rehabilitatif juga dilakukan melalui penyiapan puskesmas dan rumah sakit [RS] dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam penanggulangan penyakit jantung. Termasuk penyediaan Bahan Medis Habis Pakai [BMHP] untuk elektrokardiogram (EKG) di puskesmas serta penyediaan obat-obatan,” jelas Fera.
Dia menuturkan saat ini beberapa RS di Bantul telah memiliki dokter spesialis jantung, antara lain di RSUD Panembahan Senopati. Sehingga ketersediaan dokter spesialis jantung di Bantul saat ini diklaim masih mencukupi.
Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie menyampaikan prevalensi penyakit jantung di DIY bahkan sempat menjadi yang tertinggi se-Indonesia 2023 dengan jumlah 11.757 orang (1,67%).
Senada, dia juga mengimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat untuk mengantisipasi penyakit tersebut. “Masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Jogja masih mencatat 14 pelintasan liar hingga Juli 2026. Delapan titik ditutup tahun ini, total 42 perlintasan ditutup sejak 2023.
Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai negara dengan jumlah universitas terbanyak, mencapai 3.277 kampus. Simak daftar lengkap 10 negara teratas.
Putri Kusuma Wardani bertahan di peringkat 6 dunia BWF per 30 Juli 2026. Pebulu tangkis Indonesia itu hanya terpaut 565 poin dari posisi lima besar yang ditempa
Wakil Ketua DPRD Bantul, Agung Laksmono, mendorong pengembangan pariwisata menjadi salah satu cara Kabupaten Bantul memperkuat kemandirian fiskal di tengah kebi
Harga emas Antam di Pegadaian turun Rp12.000 per gram pada Kamis 30 Juli 2026. Harga emas 1 gram kini Rp2.706.000, sementara buyback Rp2.406.000.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe lolos ke semifinal WTA 500 DC Open 2026 usai kalahkan wakil tuan rumah 6-3, 6-2. Modal menuju US Open!