BEDAH BUKU: Lewat Buku, Orang Tua Bisa Belajar tentang Pola Pengasuhan Anak

Media Digital
Media Digital Selasa, 08 Oktober 2024 22:37 WIB
BEDAH BUKU: Lewat Buku, Orang Tua Bisa Belajar tentang Pola Pengasuhan Anak

Agenda bedah buku berjudul Masa Emas Anak Menghindari Stunting dengan Nutrisi Optimal yang digelar DPAD dan DPRD DIY di Pedukuhan Gemawang, Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Selasa (8/10/2024)./David Kurniawan

SLEMAN—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menyelenggarakan bedah buku berjudul Masa Emas Anak Menghindari Stunting dengan Nutrisi Optimal di Pedukuhan Gemawang, Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Selasa (8/10/2024).

Kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat berkaitan dengan pola pengasuhan anak.

Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, mengatakan pengasuhan anak tidak hanya fokus pada masalah kecerdasan.

Namun, pendidikan karakter juga tidak kalah penting hingga pertumbuhan anak bisa seimbang antara jasmani dan rohani.

Dia tidak menampik banyak orang tua yang menuruti setiap kemauan yang diinginkan anak. Hal ini dinilai kurang baik karena bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Sebagai contoh tentang pemberian gawai.

Di satu sisi gawai bisa memberikan dampak yang baik untuk menambah pengetahuan dan wawasan pada anak. Di sisi lain, ada dampak buruk jika anak terus menerus memegang gadget. “Yang harus dihindari adalah kelamaan memegang gawai karena bisa berpengaruh pada kesehatan, khususnya mata. Di sisi lain, anak menjadi kurang pergaulan karena banyak berada di rumah,” katanya, Selasa.

Menurut dia, anak terlalu lama di dalam rumah tidak baik, karena di masa pertumbuhan, anak harus mengenal lingkungan sekitar. “Biarkan anak keluar untuk mengenali lingkunganya. Nakal sedikit enggak apa apa asalkan masih dalam taraf wajar. Misalnya, berlari-larian, hujan-hujanan atau yang melibatkan aktivitas fisik dalam tahap yang wajar, maka justru positif bagi anak,” katanya.

Anton juga meminta orang tua agar benar-benar memperhatikan pertumbuhan anak. Di tengah perkembangan informasi dan teknologi yang harus disikapi dengan bijak, jangan sampai anak salah pergaulan. “Yang tak kalah penting adalah memenuhi kebutuhan gizi merupakan kewajiban agar anak bisa menjadi generasi unggul yang berkualitas, jauh dari stunting,” katanya.

Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Statis DPAD DIY, Rakhmat Sutopo, mengatakan program bedah buku kerja sama dengan DPRD DIY bertujuan untuk meningkatkan minat baca, sekaligus sebagai upaya menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat. “Kalau warga pengetahuannya luas, maka tidak mudah termakan berita hoaks. Misalnya, jika ada sebuah berita dapat melakukan klarifi kasi kebenarannya terlebih dahulu,” kata Rakhmat.

Menurut dia, upaya peningkatan minat baca di masyarakat tidak hanya melalui bedah buku. Pasalnya, DPAD DIY juga telah mengembangkan perpustakaan digital lewat aplikasi i-Jogja. “Ini [aplikasi i-Jogja] bisa diakses secara gratis,” katanya. (BC)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online