Uang Masjid di Semin Hilang Saat Pembangunan Belum Rampung
Dana pembangunan masjid di Semin, Gunungkidul, sebesar Rp13 juta raib dicuri saat pembangunan belum rampung.
Gedung DPRD Sleman./Youtube
Harianjogja.com, SLEMAN—Kesekretariatan DPRD Sleman memastikan tidak ada fasilitas kendaraan dinas yang baru bagi pimpinan DPRD periode 2024-2029. Hal ini dikarenakan mobil dinas yang disediakan baru dibeli di 2023.
“Tetap menggunakan mobil dinas yang ada karena baru dilakukan pengadaan tahun lalu. Jadi, tidak mungkin mengadakan yang baru lagi,” kata Sekretaris DPRD Sleman, Muhammad Aji Wibowo, Jumat (11/10/2024).
Dia menjelaskan, untuk Ketua DPRD mendapatkan fasilitas mobil dinas berupaya Toyota Fortuner yang dibeli di 2021. Sedangkan tiga wakil ketua menggunakan kendaraan dinas jenis Toyota Innova Zenix yang dibeli 2023.
“Mobil dinas untuk Ketua DPRD memang beda dengan lainnya. Tapi, kondisinya sekarang juga masih bagus sehingga tidak ada rencana pembelian di tahun ini,” ungkapnya.
Menurut Aji, pengadaan mobil dinas biasanya dilakukan untuk usia kendaraan lebih dari empat tahun. Namun, jika masih terhitung baru, maka tidak ada rencana pengadaan.
“Untuk pimpinan DPRD Sleman menggunakan fasilitas mobil dinas yang sudah ada dan tidak ada yang baru,” katanya.
Disinggung mengenai pelantikan pimpinan DPRD definitive, Aji mengakui secara formasi sudah terisi. Jatah Ketua DPRD menjadi hak PDI Perjuangan yang mendelegasikan anggotanya Gustan Ganda untuk memimpin DPRD Sleman periode 2024-2029.
Adapun tiga posisi wakil diisi oleh Ani Martanti dari PKB, Hasto Karyantoro dari PKS dan Sukaptana dari Gerindra. Formasi pimpinan definitive sudah diusulkan ke Gubernur DIY untuk dilakukan pelantikan.
BACA JUGA: Ratusan Alat Peraga Kampanye di Kota Jogja Diduga Melanggar Aturan
“Suratnya sudah dikirim ke Gubernur oleh Bupati. Untuk pelantikan, kami masih menunggu turunnya Surat Keputusan [SK] dari Gubernur yang menjadi dasar pelantikan,” katanya.
Ketua DPRD Sleman Sementara, Gustan Ganda tidak menampik, meski formasi pimpinan DPRD definitif sudah terisi, namun belum bisa dilantik karena menunggu SK Gubernur DIY. Oleh karena itu, untuk ketugasan masih dipegang pimpinan sementara.
“Tinggal pelantikan saja karena proses pengusulan pengisian pimpinan definitif sudah dilakukan,” katanya.
Menurut dia, belum adanya pimpinan definitif berpengaruh terhadap pembentukan Alat Kelengkapan (Alkap) DPRD yang terdiri dari komisi dan badan. “Prosesnya menunggu dilantik pimpinan defintif. Setelahnya, Ketua DPRD akan memimpin pembentukan Alkap,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dana pembangunan masjid di Semin, Gunungkidul, sebesar Rp13 juta raib dicuri saat pembangunan belum rampung.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.