Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama ditemui di ruangannya pada Senin (17/4/2023)/Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Sleman mengembangkan layanan konsultasi obat secara online lewat program Pika Gema Cermat. Tujuan utama dari program ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta mempermudah warga berkonsultasi tentang obat perawatan sakit.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Sleman, Tunggul Birowo mengatakan, Pikat Gema Cermat merupakan kepanjangan dari Pelayanan Informasi dan Konsultasi Obat untuk Mendukung Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat. Program ini sudah diluncurkan pada Kamis (10/10/2024) dengan harapan memberikan kemudahan layanan ke Masyarakat.
“Program ini langsung terhubung dengan fitur chat SmartDinkes Sleman sehingga warga bisa konsultasi atau meminta saran atau pendapatan berkaitan dengan penggunaan obat-obatan,” kata Tunggul, Jumat (11/10/2024).
Dia menjelaskan, untuk menggunakan layanan bisa dilakukan dengan melakukan pencarian di internet dengan kata kuncu Pikat Gema Cermat. Selain itu, juga bisa dengan scan barcode program yang ada di fasilitas kesehatan Sleman.
“Caranya mudah dan nanti bisa menanyakan tentang hal-hal berkaitan dengan obat. Sudah ada apoteker yang bertugas menjawab pertanyaan yang diajukan oleh warga,” katanya.
BACA JUGA: Konstruksi Tol Jogja-Bawen Ruas Ambarawa-Bawen Tembus 34,09 Persen
Meski demikian, ia mengakui di tahap awal belum bisa online secara 24 jam nonstop. Pasalnya, pelayanan baru dibuka mulai Senin hingga Sabtu dengan layanan mulai pukul 08.00-14.00 WIB.
“Program ini dibentuk untuk mendukung gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat di Kabupaten Sleman,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengapresiasi langkah dari Bidang Sumber Daya Kesehatan yang mengembangkan layanan konsultasi obat ecara online melalui program Pikat Gema Cermat. Inovasi ini menjadi bukti dan komitmen dari Dinas Kesehatan untuk terus memberikan kemudahan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada Masyarakat.
“Lewat program ini, maka warga bisa mengakses telekonsultasi obat sehingga tidak harus repot-repot datang ke pelayanan. Sebab, dengan cara online sudah bisa konsultasi,” katanya.
Hingga saat ini, Cahya mengakui masih banyak Masyarakat yang mengadalkan self medication atau pengobatan sendiri pada saat mengalami gejala sakit. Konsultasi penggunaan obat sangat dibutuhkan untuk menghindari bahaya penggunaan obat yang tidak rasional dan malah berbahaya bagi kesehatan.
“Jadi program ini bisa dimanfaatkan dan layanan diberikan secara gratis,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai negara dengan jumlah universitas terbanyak, mencapai 3.277 kampus. Simak daftar lengkap 10 negara teratas.
Putri Kusuma Wardani bertahan di peringkat 6 dunia BWF per 30 Juli 2026. Pebulu tangkis Indonesia itu hanya terpaut 565 poin dari posisi lima besar yang ditempa
Wakil Ketua DPRD Bantul, Agung Laksmono, mendorong pengembangan pariwisata menjadi salah satu cara Kabupaten Bantul memperkuat kemandirian fiskal di tengah kebi
Harga emas Antam di Pegadaian turun Rp12.000 per gram pada Kamis 30 Juli 2026. Harga emas 1 gram kini Rp2.706.000, sementara buyback Rp2.406.000.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe lolos ke semifinal WTA 500 DC Open 2026 usai kalahkan wakil tuan rumah 6-3, 6-2. Modal menuju US Open!