Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama ditemui di ruangannya pada Senin (17/4/2023)/Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Sleman mengembangkan layanan konsultasi obat secara online lewat program Pika Gema Cermat. Tujuan utama dari program ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta mempermudah warga berkonsultasi tentang obat perawatan sakit.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Sleman, Tunggul Birowo mengatakan, Pikat Gema Cermat merupakan kepanjangan dari Pelayanan Informasi dan Konsultasi Obat untuk Mendukung Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat. Program ini sudah diluncurkan pada Kamis (10/10/2024) dengan harapan memberikan kemudahan layanan ke Masyarakat.
“Program ini langsung terhubung dengan fitur chat SmartDinkes Sleman sehingga warga bisa konsultasi atau meminta saran atau pendapatan berkaitan dengan penggunaan obat-obatan,” kata Tunggul, Jumat (11/10/2024).
Dia menjelaskan, untuk menggunakan layanan bisa dilakukan dengan melakukan pencarian di internet dengan kata kuncu Pikat Gema Cermat. Selain itu, juga bisa dengan scan barcode program yang ada di fasilitas kesehatan Sleman.
“Caranya mudah dan nanti bisa menanyakan tentang hal-hal berkaitan dengan obat. Sudah ada apoteker yang bertugas menjawab pertanyaan yang diajukan oleh warga,” katanya.
BACA JUGA: Konstruksi Tol Jogja-Bawen Ruas Ambarawa-Bawen Tembus 34,09 Persen
Meski demikian, ia mengakui di tahap awal belum bisa online secara 24 jam nonstop. Pasalnya, pelayanan baru dibuka mulai Senin hingga Sabtu dengan layanan mulai pukul 08.00-14.00 WIB.
“Program ini dibentuk untuk mendukung gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat di Kabupaten Sleman,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengapresiasi langkah dari Bidang Sumber Daya Kesehatan yang mengembangkan layanan konsultasi obat ecara online melalui program Pikat Gema Cermat. Inovasi ini menjadi bukti dan komitmen dari Dinas Kesehatan untuk terus memberikan kemudahan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada Masyarakat.
“Lewat program ini, maka warga bisa mengakses telekonsultasi obat sehingga tidak harus repot-repot datang ke pelayanan. Sebab, dengan cara online sudah bisa konsultasi,” katanya.
Hingga saat ini, Cahya mengakui masih banyak Masyarakat yang mengadalkan self medication atau pengobatan sendiri pada saat mengalami gejala sakit. Konsultasi penggunaan obat sangat dibutuhkan untuk menghindari bahaya penggunaan obat yang tidak rasional dan malah berbahaya bagi kesehatan.
“Jadi program ini bisa dimanfaatkan dan layanan diberikan secara gratis,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
12 dampak kesehatan konsumsi santan berlebihan, mulai dari kolesterol hingga obesitas, serta cara aman menikmatinya.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza usai gagal juara Super League 2025/2026 dan mulai cari pelatih baru.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.