Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Suasana kolam budidaya lele di Kalruahan Banjarharjo yang satu kolamnya mampu menghasilkan omzet Rp2,5 juta sekali panen, Senin (14/10/2024).
Harianjogja.com, KULONPROGO—Budidaya lele di Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang terbukti meningkatkan kesejahteraan warganya karena tiap panen omzetnya Rp412 juta.
Panen lele itu dilakukan setiap 70 hari sekali sesuai satu siklus penggemukan ikan air tawar ini. Total di Kalurahan Banjarharjo terdapat 165 kolam lele dimana setiap panen omzet tiap kolamnya sebesar Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta. Ratusan kolam lele ini dikelola oleh 13 kelompok budidaya ikan.
BACA JUGA: Selokan Van Der Wicjk Ditutup, Kerugian Petani di Sleman Ditaksir Capai Miliaran Rupiah
Lurah Banjarharjo, Santoso menyebut budidaya lele ini pertama kali diinisiasinya sejak 2008 silam saat ia belum jadi lurah. Saat memulai itu hanya ada lima kolam lele yang dikelola warga. "Awalnya kami belajar secara mandiri dengan kelompok budidaya di Moyudan, Sleman, dari ilmu itu kami praktikan sendiri hingga dilirik Pemkab Kulonprogo," jelasnya, Senin (14/10/2024).
Santoso menyebut upaya awal budidaya lele itu cukup berhasil kemudian dibantu oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo. "Salah satu bantuannya berupa kolam dengan jenis bola itu, lalu pihak kalurahan lewat dana desa juga membantu kolam dalam bentuk terpal," ungkapnya.
BACA JUGA: Terancam Gagal Panen, Ratusan Hektar Tanaman Bawang Kulonprogo Terserang Hama
Tak hanya penggemukan, jelas Santoso, sejak ada bantuan itu kelompok budidaya lele di Banjarharjo juga mencoba melakukan pembenihan. "Sampai saat ini juga masih melakukan pembenihan sendiri, tapi belum mencukupi sehingga kami juga ambil benih dari luar daerah terutama Magelang," terangnya.
Upaya lain yang dicoba untuk mengebangkan budidaya lele, lanjut Santosa, adalah dengan produksi pakan sendiri. "Lumayan juga memangkas biaya produksi, sampai kami kemudian dilirik Pemda DIY untuk kemudian diberikan bantuan," paparnya.
Bantuan Pemda DIY itu dalam bentuk Dana Keistimewaan (Danais) yang sudah berjalan sejak tiga tahun terakhir. Dua tahun pertama Kalurahan Banjarharjo, menurut Santoso, dapat Danais sebesar Rp1 miliar per tahunnya, lalu tahun ketiga pada 2024 ini dapat Rp2 miliar yang salah satunya untuk mengembangkan budidaya lele yang terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu.
Lurah Banjarharjo ini menjelaskan kesuksesan budidaya lele untuk meningkatkan kesejahteraan dapat berhasil karena mendapat dukungan dan partisipasi masyarakat. "Masyarakat kami cukup aktif, semangat gotong royongnya tinggi sehingga upaya-upaya yang ada seperti budidaya lele ini dapat berhasil," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.