SHDK Kartu Keluarga Jadi Sumber Kendala SPMB 2026 di Bantul
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Ikan lele/Ikanku17.blogspot
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Produksi perikanan Gunungkidul tetap stabil meski sempat terdampak cuaca ekstrem Oktober-November 2025. Lele menjadi komoditas utama dengan kontribusi 85 persen dari total produksi budidaya.
Kepala DKP Gunungkidul, Johan Wijayanto, menjelaskan produksi perikanan budidaya hingga triwulan III 2025 mencapai 8.496.507 kilogram. Sementara itu, total produksi sepanjang tahun 2024 mencapai 11.680.244 kilogram.
Komoditas lele masih menjadi primadona dengan kontribusi sekitar 85 persen dari total produksi. Selain lele, ikan tawar lain yang dibudidayakan antara lain nila, mas, gurame, tawes, dan bawal.
Produksi tersebut berasal dari aktivitas 399 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) serta 643 pembudidaya perorangan. Johan menyebut pertumbuhan kelompok pembudidaya baru serta curah hujan yang masih cukup baik menjadi faktor pendorong meningkatnya aktivitas budidaya. "Ketersediaan air tetap terjaga sehingga proses produksi tidak mengalami kendala bagi peternak," jelasnya.
Untuk sektor perikanan tangkap, DKP mencatat produksi hingga September 2025 mencapai 2.257 ton. Angka ini dibandingkan dengan capaian 2024 yang menghasilkan 4.277 ton.
Meskipun aktivitas melaut menurun pada Oktober hingga awal November akibat angin kencang dan gelombang tinggi, Johan menegaskan bahwa capaian kumulatif sampai triwulan ketiga masih sesuai target.
Beberapa jenis ikan yang dominan tertangkap antara lain tongkol, cakalang, layur, dan kakap merah. Perairan di sekitar Sadeng, Baron, dan Ngrenehan tetap menjadi titik utama pendaratan ikan. Produksi tersebut dihimpun dari sejumlah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) seperti Nampi, Gesing, Ngrenehan, Baron, Ngandong, Siyung, dan Sadeng.
“Tahun ini target tangkapan kami sebesar 4.000 ton dan kami optimis bisa tercapai,” ujar Johan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Harga pangan nasional terbaru: cabai rawit merah Rp69.750/kg, telur Rp29.750/kg. Simak daftar lengkapnya di sini.
Tanjung Verde lolos 32 besar Piala Dunia 2026 usai tahan Arab Saudi 0-0. Debutan ini bikin kejutan besar.
Agenda wisata Jogja 27-30 Juni 2026 penuh event seru, mulai ARTJOG, Pasar Kangen hingga festival lifestyle. Simak rekomendasinya.
Fadli Zon dorong Lengger Banyumas go internasional. Festival budaya dinilai berdampak besar bagi pariwisata dan UMKM.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini bervariasi. Simak daftar lengkap harga dan buyback terbaru.