Pilur di 31 Kalurahan, DPRD Gunungkidul Minta Warga Cerdas Memilih
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
Ikan lele/Ikanku17.blogspot
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Produksi perikanan Gunungkidul tetap stabil meski sempat terdampak cuaca ekstrem Oktober-November 2025. Lele menjadi komoditas utama dengan kontribusi 85 persen dari total produksi budidaya.
Kepala DKP Gunungkidul, Johan Wijayanto, menjelaskan produksi perikanan budidaya hingga triwulan III 2025 mencapai 8.496.507 kilogram. Sementara itu, total produksi sepanjang tahun 2024 mencapai 11.680.244 kilogram.
Komoditas lele masih menjadi primadona dengan kontribusi sekitar 85 persen dari total produksi. Selain lele, ikan tawar lain yang dibudidayakan antara lain nila, mas, gurame, tawes, dan bawal.
Produksi tersebut berasal dari aktivitas 399 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) serta 643 pembudidaya perorangan. Johan menyebut pertumbuhan kelompok pembudidaya baru serta curah hujan yang masih cukup baik menjadi faktor pendorong meningkatnya aktivitas budidaya. "Ketersediaan air tetap terjaga sehingga proses produksi tidak mengalami kendala bagi peternak," jelasnya.
Untuk sektor perikanan tangkap, DKP mencatat produksi hingga September 2025 mencapai 2.257 ton. Angka ini dibandingkan dengan capaian 2024 yang menghasilkan 4.277 ton.
Meskipun aktivitas melaut menurun pada Oktober hingga awal November akibat angin kencang dan gelombang tinggi, Johan menegaskan bahwa capaian kumulatif sampai triwulan ketiga masih sesuai target.
Beberapa jenis ikan yang dominan tertangkap antara lain tongkol, cakalang, layur, dan kakap merah. Perairan di sekitar Sadeng, Baron, dan Ngrenehan tetap menjadi titik utama pendaratan ikan. Produksi tersebut dihimpun dari sejumlah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) seperti Nampi, Gesing, Ngrenehan, Baron, Ngandong, Siyung, dan Sadeng.
“Tahun ini target tangkapan kami sebesar 4.000 ton dan kami optimis bisa tercapai,” ujar Johan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.