KDMP Gunungkidul Dibangun di 30 Titik, Ini Persoalan di Lapangan
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Ilustrasi nelayan. – Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul menargetkan kenaikan produksi perikanan hingga 25 persen melalui penambahan armada laut dan penguatan fasilitas cold storage bagi nelayan pesisir.
Kepala DKP Bantul, Istriyani, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menambah 10 unit perahu dan 20 unit mesin motor untuk mendukung produktivitas nelayan. Melalui intervensi ini, jumlah armada small scale fisheries (SSF) di Bantul meningkat dari 41 unit menjadi 51 unit.
“Pemerintah daerah menambah 10 unit perahu dan 20 unit mesin. Dengan begitu, armada SSF kita bertambah menjadi 51 unit,” ujar Istriyani, Senin (12/1/2026).
Hasil tangkapan nelayan di Pantai Selatan Bantul saat ini didominasi oleh ikan pelagis kecil bernilai ekonomi tinggi, seperti layur, bawal, layang, dan serung. Selama ini, hasil tangkapan tersebut langsung terserap oleh pedagang besar (bakul) maupun pabrik pengolahan.
Untuk memperkuat tata niaga, DKP Bantul menyiapkan fasilitas cold storage di Kampung Nelayan Merah Putih dengan kapasitas mencapai 10 ton. Fasilitas ini berfungsi sebagai instrumen penjaga stabilitas harga di tingkat nelayan.
“Nelayan maupun koperasi kini bisa menyimpan ikan saat harga di pasar sedang rendah, dan melepasnya kembali ketika harga membaik,” jelas Istriyani. Selain itu, cold storage ini diproyeksikan sebagai pusat transit distribusi guna menekan biaya logistik pengiriman ikan dari luar daerah.
Selain penguatan infrastruktur, DKP Bantul juga fokus pada regenerasi nelayan. Generasi muda pesisir yang selama ini mayoritas berperan sebagai Anak Buah Kapal (ABK) didorong untuk meningkatkan keahliannya. “Ke depan, mereka kami dorong untuk naik peran menjadi tekong atau nakhoda perahu,” tambahnya.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya DKP Bantul, Kristanto Kurniawan, memaparkan data produksi tahun lalu. Sektor perikanan tangkap mencatatkan target 860,39 ton, sementara sektor budidaya mencapai 13.809,82 ton.
“Capaian total masih dalam proses penghitungan akhir. Namun, kami optimistis target tahun ini tercapai karena potensi perikanan Bantul sangat bagus,” tutur Kristanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.
Bursa karbon menjadi instrumen ekonomi hijau Indonesia. Simak cara kerja, mekanisme perdagangan, peserta, dan peluang cuan dari unit karbon.
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.