Pengadaan Seragam Dinas Senilai Rp3,7 Miliar di Gunungkidul Dibatalkan
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Ilustrasi budi daya ikan/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul melatih kelompok pembudidaya membuat pakan ikan mandiri guna menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan petambak.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Purnomo Sumardamto, mengatakan bahwa ketersediaan pakan menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi pembudidaya. Biaya pakan membebani anggaran produksi, sehingga perlu dicarikan solusi.
"Upaya menekan biaya produksi dilakukan dengan alternatif pembuatan pakan secara mandiri. Oleh karena itu, kami menggalakkan program pelatihan tersebut," ujarnya.
Tahun ini, lima kelompok masyarakat telah menerima pelatihan, di antaranya:
"Harapannya, dengan pembuatan pakan mandiri ini, ongkos produksi dapat ditekan, tetapi hasilnya bisa dioptimalkan. Dengan demikian, kesejahteraan pembudidaya dapat meningkat," kata Purnomo.
Dijelaskannya, bahan baku pembuatan pakan mandiri banyak tersedia di lingkungan sekitar, seperti bekatul, jagung, bungkil, dan empon-empon. Daun-daunan seperti pepaya, kelor, atau kangkung juga dapat dimanfaatkan.
"Memang prosesnya juga membutuhkan tepung ikan dan EM4, tetapi mayoritas bahan baku banyak tersedia di sekitar masyarakat," jelasnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, M. Johan Wijayanto, menambahkan bahwa pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan di sektor kelautan dan perikanan. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa benih untuk budidaya, tetapi juga perahu, mesin perahu, dan cold storage bagi nelayan.
"Kami juga terus memberikan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pembudidaya dan nelayan dalam upaya meningkatkan produktivitas sektor perikanan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.