Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Foto ilustrasi ikan tuna - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—DKP DIY menggelar 795 kegiatan sepanjang 2026 untuk mendongkrak konsumsi ikan masyarakat. Program ini dikemas melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Alih Teknologi Informasi (ATI) Hasil Kelautan dan Perikanan guna memperkuat edukasi, pengolahan, hingga pemasaran produk perikanan.
Kepala DKP DIY, Hery Sulistio Hermawan, menjelaskan Program Peningkatan Pengolahan dan Pemasaran Ikan tersebut terbagi dalam dua kelompok aktivitas, yakni Gemarikan dan ATI Hasil Kelautan dan Perikanan.
“Ini menjadi tindak lanjut dari masukan dari DPRD, melalui anggaran Pokok-Pokok Pikiran, di samping anggaran yang memang alokasi dukungan anggaran dari kita sendiri. Jumlahnya untuk yang ATI itu 310 kegiatan, kemudian yang Gemarikan tadi 485 kegiatan,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Program Gemarikan difokuskan pada sosialisasi dan edukasi manfaat konsumsi ikan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat. Output yang diharapkan berupa peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat agar terus tertarik mengonsumsi ikan.
Sementara itu, ATI Hasil Kelautan dan Perikanan menitikberatkan pada pelatihan teknis, mulai dari distribusi, pengolahan, hingga pemasaran ikan. “Jadi masyarakat diinspirasi, dimotivasi untuk melakukan pengolahan produk hasil perikanan. Nah, diolah itu menjadi berbagai bentuk hasil produk olahan, termasuk misalnya pempek, otak-otak, sate lele dan lainnya,” katanya.
Langkah tersebut juga diarahkan untuk mengurangi kelemahan produk perikanan, seperti banyaknya duri, aroma amis, hingga potensi alergi. Teknik pengolahan variatif menjadi solusi untuk meningkatkan daya tarik konsumsi ikan di DIY.
Terkait persoalan bau amis, ia menjelaskan bahwa sejak tahap awal penangkapan, penanganan ikan harus dilakukan secara tepat. Jika tidak, ikan akan mengalami kemunduran mutu yang memicu aroma amis. “Ini bisa diantisipasi dengan sistem rantai dingin, artinya dia itu disimpan, didistribusikan dengan sistem rantai dingin, insyaallah risiko amis itu bisa dihindari,” paparnya.
Menurutnya, hasil dari berbagai program tersebut menunjukkan tren positif. Tingkat konsumsi ikan DIY pada 2025 tercatat sebesar 36,03 kg/kapita/tahun dan terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meskipun masih berada di bawah rata-rata nasional.
“Kalau kita melihat 10 tahun terakhir datanya, bahwa konsumsi ikan DIY itu kan mengalami peningkatan. Memang hasilnya sudah bagus ada peningkatan konsumsi ikan. Tapi kalau dibanding nasional ya memang kita masih di bawah rata-rata nasional nggih," ujarnya, seraya menegaskan bahwa program peningkatan konsumsi ikan akan terus diperluas melalui rangkaian kegiatan Gemarikan dan ATI sepanjang 2026 untuk memperkuat budaya makan ikan di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.