Gegara Standar Medsos, Anak Muda Bantul Pilih Menunda Pernikahan
Pernikahan di Bantul menurun. Standar media sosial, karier, pendidikan, dan ekonomi membuat anak muda memilih menunda pernikahan.
Bupati Bantul saat menghadiri perayaan Hari Ikan Nasional ke-12 di wilayah Banguntapan/ Harian Jogja-Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—Peringatan Hari Ikan Nasional di Bantul berlangsung meriah dengan kampanye gemar makan ikan, memancing bersama, dan penebaran benih, pada Minggu (23/11/2025).
Acara yang dipusatkan di Pasar Blumbang, Dewikerten, Banguntapan, ini tidak hanya berisi kampanye gemar makan ikan, tetapi juga diwarnai kegiatan memancing bersama dan penebaran benih ikan di aliran irigasi Sungai Gajah Wong.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, yang hadir langsung dalam kegiatan itu, mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Ia menilai masyarakat masih cenderung mengonsumsi jenis protein yang sama sehingga perlu ada peningkatan variasi asupan, terutama dari ikan.
“Meningkatkan konsumsi ikan supaya gizi masyarakat itu lebih seimbang. Jangan daging saja terus, jangan tempe, tahu saja terus, ayam saja terus. Jangan, harus juga diimbangi dengan protein yang bersumber dari ikan,” ujarnya.
Menurut Halim, ikan memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk tumbuh kembang anak dan kesehatan tubuh. Ia menambahkan, para ahli gizi sepakat bahwa konsumsi ikan dapat meningkatkan kecerdasan sekaligus memperkuat daya tahan tubuh.
“Para ahli gizi itu sepakat bahwa ikan itu bisa meningkatkan kecerdasan dan bisa meningkatkan ketahanan tubuh karena kandungan proteinnya yang sangat tinggi,” lanjutnya.
Bupati juga menyoroti potensi besar perikanan yang dimiliki Bantul karena wilayahnya dibelah sejumlah sumber air, mulai dari Sungai Oyo di timur hingga Progo di barat. Potensi tersebut, ditambah perikanan laut, menurutnya, perlu dioptimalkan melalui restocking (penebaran kembali) untuk menjaga kelestarian biota perairan.
“Maka kenapa kita selalu melakukan restocking supaya biota sungai kita ini semakin kaya. Ketersediaan ikan sungai itu semakin melimpah di samping itu kita juga punya laut,” tutur Halim.
Selain meningkatkan ketersediaan ikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul juga mendorong inovasi pengolahan hasil perikanan agar kualitas konsumsi masyarakat semakin baik. Halim menjelaskan Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul berperan mulai dari tahap produksi hingga pascaproduksi.
“Pascaproduksi ini juga akan memperbaiki kualitas sajian ikan yang dikonsumsi oleh masyarakat,” kata Halim.
Ia menambahkan, sektor ini semakin berkembang karena banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai mengolah ikan menjadi berbagai produk inovatif dan bernilai jual. Berdasarkan pantauannya, beberapa pelaku usaha bahkan belum mampu memenuhi permintaan pasar.
“Saya tadi sempat bertanya dengan beberapa orang bahwa olahan yang mereka produksi ini belum memenuhi kebutuhan pasar. Contohnya Pak Darisman yang ada di Pundong itu. Dia mempekerjakan banyak orang dan menurut beliau pasarnya ini sangat terbuka. Jadi ini peluang bisnis,” tegasnya.
Bupati berharap peringatan Hari Ikan Nasional dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa konsumsi ikan bukan hanya gaya hidup sehat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pernikahan di Bantul menurun. Standar media sosial, karier, pendidikan, dan ekonomi membuat anak muda memilih menunda pernikahan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.