DPAD DIY Ubah Arsip Lama Jadi Konten Digital Favorit Gen Z
Lewat program tersebut, arsip dan pustaka langka tidak lagi hanya disimpan sebagai dokumen lama, tetapi diolah menjadi artikel populer, infografis, hingga konte
Persoalan sampah menjadi salah satu fokus utama yang akan diatasi oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Harda Kiswaya-Danang Maharsa, jika terpilih pada Pilkada Sleman 2024. /Istimewa.
SLEMAN—Persoalan sampah menjadi salah satu fokus utama yang akan diatasi oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Harda Kiswaya-Danang Maharsa, jika terpilih pada Pilkada Sleman 2024.
Harda berkomitmen, jika terpilih sebagai bupati di Pilkada Sleman 2024, ia akan segera mengevaluasi program penanganan sampah di Kabupaten Sleman serta mencari solusi efektif untuk menyelesaikan masalah ini.
Calon bupati nomor urut dua di Pilkada Sleman 2024 ini menegaskan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pengelolaan sampah yang sudah ada di Sleman.
Evaluasi tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sampah, baik dari sisi teknis maupun anggaran.
"Kami akan mengevaluasi terlebih dahulu, apa saja kendala yang terjadi dalam penanganan sampah di Sleman. Setelah mengetahui permasalahannya, kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk dewan," ungkap Harda, usai bertemu dengan perwakilan pedagang dari 34 pasar tradisional di rumah pribadinya Kowanan, Sidoagung, Godean beberapa waktu lalu.
Harda mengakui bahwa dukungan dari tujuh partai politik yang mengusungnya akan menjadi modal penting dalam merumuskan kebijakan yang efektif, terutama terkait anggaran dan kebijakan penanganan sampah di Sleman.
Dalam upayanya mengatasi permasalahan sampah, Harda juga berencana mengoptimalkan peran 86 Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) yang ada di Sleman. BUMKal akan diberdayakan untuk mengelola sampah rumah tangga di tingkat kalurahan, sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif di tingkat lokal.
"Sampah adalah masalah kita bersama. Oleh karena itu, kami akan melibatkan semua pihak. Untuk sampah di fasilitas umum seperti pasar tradisional, Pemda yang akan menangani, sementara sampah rumah tangga akan dikelola oleh BUMKal," ujarnya.
Tak hanya itu, Harda juga telah menjalin komunikasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk bekerja sama dalam pengelolaan sampah di tingkat kalurahan.
"Kami sudah berkomunikasi dengan UGM, dan mereka siap mendukung. Ini akan sangat membantu dalam menyelesaikan masalah sampah di Sleman," kata Harda.
Selain pemberdayaan BUMKal, Harda menegaskan bahwa pengelolaan sampah di fasilitas umum, antara lain pasar tradisional, hotel, dan restoran akan tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sleman.
Jika dirinya mendapatkan amanah memimpin Kabupaten Sleman, ia akan terus memastikan bahwa sampah di fasilitas umum tersebut dikelola dengan baik.
Dengan pendekatan yang terstruktur dan melibatkan berbagai pihak, Harda Kiswaya optimis dapat membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan sampah di Sleman, menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lewat program tersebut, arsip dan pustaka langka tidak lagi hanya disimpan sebagai dokumen lama, tetapi diolah menjadi artikel populer, infografis, hingga konte
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.
Anggaran infrastruktur Kulonprogo 2026 naik signifikan. Jalan, pasar, sekolah hingga padat karya ikut meningkat.
Angin kencang di Klaten robohkan tower seluler dan ganggu listrik. Puluhan rumah rusak, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Solusi Bangun Indonesia Cilacap raih GMP Award 2026. Catat nol kecelakaan tambang dan reklamasi 110 hektare lahan.