Roby Dwi Antono, Commission Artist ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERATIO
berbasis di Yogyakarta, Roby memulai praktik berkaryanya dengan menghadirkan dunia visual yang dipenuhi karakter khas, seperti kelinci, anak-anak, dan hewan
Persoalan sampah menjadi salah satu fokus utama yang akan diatasi oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Harda Kiswaya-Danang Maharsa, jika terpilih pada Pilkada Sleman 2024. /Istimewa.
SLEMAN—Persoalan sampah menjadi salah satu fokus utama yang akan diatasi oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Harda Kiswaya-Danang Maharsa, jika terpilih pada Pilkada Sleman 2024.
Harda berkomitmen, jika terpilih sebagai bupati di Pilkada Sleman 2024, ia akan segera mengevaluasi program penanganan sampah di Kabupaten Sleman serta mencari solusi efektif untuk menyelesaikan masalah ini.
Calon bupati nomor urut dua di Pilkada Sleman 2024 ini menegaskan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pengelolaan sampah yang sudah ada di Sleman.
Evaluasi tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sampah, baik dari sisi teknis maupun anggaran.
"Kami akan mengevaluasi terlebih dahulu, apa saja kendala yang terjadi dalam penanganan sampah di Sleman. Setelah mengetahui permasalahannya, kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk dewan," ungkap Harda, usai bertemu dengan perwakilan pedagang dari 34 pasar tradisional di rumah pribadinya Kowanan, Sidoagung, Godean beberapa waktu lalu.
Harda mengakui bahwa dukungan dari tujuh partai politik yang mengusungnya akan menjadi modal penting dalam merumuskan kebijakan yang efektif, terutama terkait anggaran dan kebijakan penanganan sampah di Sleman.
Dalam upayanya mengatasi permasalahan sampah, Harda juga berencana mengoptimalkan peran 86 Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) yang ada di Sleman. BUMKal akan diberdayakan untuk mengelola sampah rumah tangga di tingkat kalurahan, sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif di tingkat lokal.
"Sampah adalah masalah kita bersama. Oleh karena itu, kami akan melibatkan semua pihak. Untuk sampah di fasilitas umum seperti pasar tradisional, Pemda yang akan menangani, sementara sampah rumah tangga akan dikelola oleh BUMKal," ujarnya.
Tak hanya itu, Harda juga telah menjalin komunikasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk bekerja sama dalam pengelolaan sampah di tingkat kalurahan.
"Kami sudah berkomunikasi dengan UGM, dan mereka siap mendukung. Ini akan sangat membantu dalam menyelesaikan masalah sampah di Sleman," kata Harda.
Selain pemberdayaan BUMKal, Harda menegaskan bahwa pengelolaan sampah di fasilitas umum, antara lain pasar tradisional, hotel, dan restoran akan tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sleman.
Jika dirinya mendapatkan amanah memimpin Kabupaten Sleman, ia akan terus memastikan bahwa sampah di fasilitas umum tersebut dikelola dengan baik.
Dengan pendekatan yang terstruktur dan melibatkan berbagai pihak, Harda Kiswaya optimis dapat membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan sampah di Sleman, menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
berbasis di Yogyakarta, Roby memulai praktik berkaryanya dengan menghadirkan dunia visual yang dipenuhi karakter khas, seperti kelinci, anak-anak, dan hewan
Kontroversi selebrasi Lautaro Martinez di Piala Dunia 2026 tidak berbuah kartu merah. Wasit sesuai aturan, Argentina tetap bisa turunkan pemain penuh lawan.
Guru, siswa hingga mahasiswa dari berbagai wilayah di Tanah Air mengikuti Safety Riding Camp 2026 yang diselenggarakan Yayasan Astra Honda Motor
Mobil bergetar saat gigi 3 bisa menjadi tanda kerusakan pada kopling, transmisi, mounting mesin hingga kaki-kaki. Kenali penyebab dan cara mengatasinya.
Cara membuat nada dering WhatsApp yang menyebut nama sendiri secara gratis. Gunakan layanan text-to-speech dan pasang sebagai notifikasi WhatsApp dalam beberapa
Jangan anggap sepele kebiasaan menahan BAB. Dokter menjelaskan risiko sembelit, wasir, gangguan rektum hingga impaksi feses akibat sering menunda buang air besa