Lebih dari 44 Ribu Anak dari Keluarga Miskin Kembali Bersekolah Gratis
Lebih dari 44 ribu anak keluarga miskin kembali sekolah gratis melalui Sekolah Rakyat yang kini menjangkau 182 sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat mengecek alat penyaring yang akan dipasang di TPST Dingkikan, Argodadi, Sedayu, Sabtu (15/6/2024) siang - Harian Jogja - Jumali
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul hingga Oktober 2024 telah mengoperasikan tiga sarana pengolahan sampah (TPST) tingkat kabupaten setelah pembangunan fasilitas selesai dan peralatan mesin pengolah sampah siap difungsikan.
"Kalau yang beroperasi itu ada Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Argodadi, kemudian Intermediate Treatment Facility (ITF) sampah Pasar Niten, dan Tempat Pengolahan Sampah sistem reduce, reuse dan recycle (TPS3R) Tamanan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi di Bantul, Selasa, dilansir dari Antara.
Menurut dia, untuk TPST Argodadi yang berada di wilayah Pedukuhan Dingkikan, Kelurahan Argodadi telah beroperasi sejak akhir Agustus 2024, dan hingga Oktober ini telah menghasilkan bahan bakar alternatif pengganti batu bara atau refuse derived fuel (RDF).
"Kemudian mudah-mudahan segera menyusul TPST Modalan, Banguntapan. Jadi, kita tetap berupaya betul supaya kedaruratan sampah di Bantul ini bisa kita selesaikan, meskipun ada tahapan dan proses yang harus dilalui," katanya.
Jika diperinci tiga sarana pengolahan sampah yang dibangun pemerintah itu, menurut Bambang, TPST Argodadi bisa mengolah sampah 20 ton per hari, pengolahan sampah ITF Pasar Niten kapasitasnya delapan ton, dan TPS3R Tamanan mengolah sekitar 10 ton sampah per hari.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Bertekad Agar Masalah Sampah Selesai di Tingkat Kabupaten
"Jadi, kalau ditotal dari tiga lokasi pengolahan sampah tersebut hampir atau kurang lebih bisa mengolah 40 ton sampah per hari," katanya.
Meski demikian, kata dia, kapasitas TPST tersebut masih bisa dioptimalkan, seperti di TPST Argodadi yang saat ini baru ada dua modul dari tiga modul yang direncanakan, dengan proyeksi nantinya bisa mengolah sampah 60 ton per hari.
"Kalau di TPST Argodadi ini pengolahannya masih pada modul satu dan tiga, karena mesin-mesin tersebut harus ada penyesuaian, dari dua modul ini sudah menghasilkan RDF cukup banyak dan dikirim ke pabrik semen di Cilacap," katanya.
Dia juga mengatakan, apabila sampah terkelola dengan baik dan tepat, maka bisa memberikan dampak positif tidak hanya bagi pemda, tapi juga masyarakat sekitar, karena misalnya dengan mengolah menjadi RDF, tenaga kerja juga terserap dari warga masyarakat sekitar, sehingga ekonomi juga bergerak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Lebih dari 44 ribu anak keluarga miskin kembali sekolah gratis melalui Sekolah Rakyat yang kini menjangkau 182 sekolah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.