Pos Polisi Nampu Saradan Jadi Nostalgia Warganet, Kisah Lama Viral
Video Pos Polisi Nampu Saradan viral di media sosial. Warganet membagikan kenangan melintasi jalur lama Madiun–Nganjuk sebelum era jalan tol.
Kisah sukses seorang warga Karangwuni, Wates, Kulonprogo bernama Dedi Sujatmoko dalam berbisnis ini bisa menjadi inspirasi banyak orang khususnya kaum muda. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kisah sukses seorang warga Karangwuni, Wates, Kulonprogo bernama Dedi Sujatmoko dalam berbisnis ini bisa menjadi inspirasi banyak orang khususnya kaum muda. Berawal dari ketekunannya berjualan pulsa telepon seluler dengan berkeliling, kemudian memberanikan diri berjualan mobil, terkini ia mampu membangun dua showroom bernama Dedi Mobilindo.
Ia merasakan sendiri naik turun usaha yang dijalaninya dengan pertama kali berjualan pulsa ponsel sebelum akhirnya merambah ke jual beli mobil. "Jadi dulu saya pernah menjual pulsa keliling, untuk jual beli mobil saya memulai saat masih mahasiswa dari awalnya satu unit mobil," kata Dedi.
Saat itu, medio 14 tahun silam ia masih menempuh pendidikan sarjana di IKIP PGRI Wates. Sembari kuliah ia sambil menjajakan mobil. Ia berusaha menggunakan cara-cara modern dalam melakukan pemasaran termasuk memanfaatkan medsos, meski kala itu medsos belum semaksimal saat ini.
Ternyata usahanya dalam berjualan mobil terus berkembang. Awalnya satu unit, menjadi dua, tiga dan seterusnya perlahan berkembang. Ia pun sempat memanfaatkan garasi rumahnya sebagai tempat stok mobil dan setiap pembeli datang ke rumahnya. Hingga saat ini di 2024 memiliki dua showroom, yang salah satunya dibuka pada Minggu (12/0/2024) lalu tepatnya di Jalan Wates-Purworejo tepatnya di ruko Perdagangan Gawok, Wates.
"Saya lebih membidik segmen harga Rp150 juta ke bawah karena ini paling banyak dicari konsumen. Kalau yang di atas Rp300 juta juga ada stoknya, namun lebih ramai yang Rp150 juta ke bawah. Kami melayani penjualan ke seluruh nusantara dari sabang sampai Merauke, via towing," katanya.
Dedi mengungkap membangun bisnis memang bukan hal yang mudah. Butuh perjuangan, menjaga kepercayaan kepada konsumen dan harus siap merasakan jatuh dan bangun. Teras terhadap konsumen harus dijaga, oleh karena itu jika produk yang dijual adalah mobil maka harus menyediakannya dengan kualitas terbaik.
BACA JUGA : Pengamat Politik Sebut Jual Beli Suara Masih Marak di Pileg DIY
Selain itu ia rela tidak banyak mengambil untung dari setiap unit mobil yang laku kepada konsumen. Bagi Dedi, faktor utama dalam berbisnis adalah proses perputaran uang bisa berjalan dengan stabil. "Mengambil untungnya saya tidak terlalu banyak, yang penting uang modalnya itu bisa berputar. Maka konsumen banyak yang datang. Untuk saat ini saya bisa menjual 40 unit per bulan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video Pos Polisi Nampu Saradan viral di media sosial. Warganet membagikan kenangan melintasi jalur lama Madiun–Nganjuk sebelum era jalan tol.
Sleman mulai Pelatkab 2026 dengan 1.399 atlet menuju Porda DIY 2027, target juara umum lima kali berturut-turut.
Tiket Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026 tembus Rp105 juta akibat sistem dynamic pricing FIFA.
Sony akan menghapus 551 film dari PlayStation Store mulai 1 September 2026 karena lisensi StudioCanal berakhir.
Aljazair vs Austria 3-3 di Piala Dunia 2026 membuat Iran tersingkir meski laga penuh drama enam gol.
Argentina menang 3-1 atas Yordania di Piala Dunia 2026. Messi cetak rekor dan La Albiceleste juara Grup J sempurna.