Shamsi Ali Ungkap Islam Tumbuh Pesat di AS Pascatragedi 11 September
Imam Besar New York Shamsi Ali menyebut Islam di Amerika Serikat justru tumbuh pesat setelah tragedi 9/11 dan Islamofobia meningkat.
Seminari Oblat Maria Imakulata (OMI) Sleman membangun gedung untuk memenuhi fasilitas belajar mengajar calon imam dan bruder. Seminari ini mendedikasikan diri menjalankan tugas dan tanggungjawab Gereja dalam memberikan layanan kepada masyarakat yang paling miskin dan terlantar. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Seminari Oblat Maria Imakulata (OMI) Sleman membangun gedung untuk memenuhi fasilitas belajar mengajar calon imam dan bruder. Seminari ini mendedikasikan diri menjalankan tugas dan tanggungjawab Gereja dalam memberikan layanan kepada masyarakat yang paling miskin dan terlantar.
Seminari merupakan sebuah lembaga pendidikan bagi calon pastor di agama Katolik. Adapun Bruder merupakan biarawan yang tidak akan ditahbiskan menjadi imam dalam Katolik. Lembaga ini mendapatkan bantuan bata ringan dari Superior Prima Sukses Tbk (BLES) untuk pembangunan gedung baru. Mengingat selama ini pendidikan di tingkat Pranovisiat di seminari ini masih menumpang di rumah-rumah pendidikan OMI lainnya.
BACA JUGA : 100 Generasi Z Disiapkan Jadi Motor Penggerak Toleransi
"Bantuan bata ringan yang diberikan oleh Blesscon ini akan digunakan untuk pembangunan gedung pendidikan calon imam dan bruder. Selama ini pendidikannya masih menumpang, situasinya tidak ideal untuk proses pembinaan yang baik, sehingga perlu membangun gedung," kata Bendahara Panitia Pembangunan Seminari Pranovisiat OMI Romo Paulinus Maryanto, Selasa (15/10/2024).
Romo Paulinus menambahkan Seminari OMI berada di bawah naungan Keuskupan Agung Semarang, di mana pada lima tahun terakhir jumlah para calon Bruder dalam Kongregasi OMI ini semakin meningkat. Adapun gedung yang akan dibangun dan memiliki luas 1.650 m2 ini juga akan dibangun meliputi kapel, ruang kelas, ruang tidur, ruang makan, ruang komputer, dan lain sebagainya.
"Kami sangat bersyukur, karena kemurahan hati atas bantuan bata ringan ini sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara lancar," katanya.
Bata ringan tersebut total berupa 15 Rit atau sejumlah 172,8 meter persegi. Hal itu sebagai wujud ingin mengambil bagian dalam menyiapkan infrastruktur terbaik guna mendukung mutu pendidikan. "Harapan kami bantuan fasilitas pendidikan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat," kata Brand Manager PT Superior Prima Sukses Tbk Yusuf Permadi.
Ia berharap masyarakat dapat merasakan kebermanfaatan dari bata ringan di mana produksinya sudah teruji secara nyata. Hingga saat ini menjadi pionir dari bata ringan nasional dan tentunya ramah lingkungan. "Semoga ini busa membawa dampak positif bagi seminari," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Imam Besar New York Shamsi Ali menyebut Islam di Amerika Serikat justru tumbuh pesat setelah tragedi 9/11 dan Islamofobia meningkat.
Polisi Banyumas membongkar penipuan berkedok “Sultan Nusantara”. Korban rugi Rp50,8 juta usai dijanjikan pembersihan harta dan haji.
KPK memeriksa dua pejabat Kemenhub terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut nasib guru honorer 2027 masih dibahas pemerintah. Guru non-ASN dipastikan tetap bekerja hingga 2026.
Begini cara membaca nilai TKA 2026 lengkap dengan arti skor, kategori hasil ujian, dan syarat mendapatkan predikat istimewa.
Prabowo Subianto membagikan 109 hewan kurban untuk warga Babakan Madang, Bogor, menjelang Iduladha 1447 Hijriah.