WJNC 2026 Diperpanjang hingga Titik Nol, Target 60.000 Pengunjung
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.
Foto ilustrasi La Nina - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul meninjau status siaga darurat kekeringan di wilayah Bantul. Peninjauan tersebut dilakukan karena saat ini wilayah Bantul mulai diguyur hujan.
Kepala Pelaksana, BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta mengatakan beberapa wilayah di Bantul sudah mulai turun hujan meskipun belum merata. Oleh karena itu ia akan meninjau status siaga darurat kekeringan di Bantul yang akan berakhir pada 31 Oktober 2024.
"Ini baru mempersiapkan rapat koordinasinya untuk persiapan menghadapai musim hujan," katanya, Senin (21/10/2024).
BPBD Bantul akan meninjau kejadian kebencanaan di Bantul dengan prakiraan cuaca dari BMKG. Dari situ, nantinya, BPBD Bantul akan memutuskan akan memperpanjang status siaga darurat kekeringan atau tidak. Tidak menutup kemungkinan status siaga darurat kekeringan tersebut akan diganti dengan status siaga darurat banjir, longsor dan angin kencang dengan melihat situasi kebencanaan yang terjadi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Antoni Hutagaol menuturkan meski telah memasuki musim penghujan, BPBD Bantul masih menerima permintaan dropping air bersih hingga pekan lalu.
Menurutnya, saat memasuki awal musim penghujan, biasanya beberapa wilayah masih mengalami kesulitan air bersih lantaran hujan yang ada belum merata. hingga saat ini masih bersiap apabila ada masyarakat yang meminta dropping air bersih pada pekan ini. "Masih sama permintaan dropping air bersihnya, skeitar 30 tangki per minggu," katanya.
Antoni menuturkan selama musim kemarau pada 29 Juni-13 Oktober 2024, BPBD Bantul mencatat telah menyalurkan 612 tangki air bersih. Air bersih tersebut telah disalurkan ke beberapa wilayah terdampak kekeringan, dengan wilayah terdampak kekeringan yang mendapat dropping air terbanyak di Dlingo yang mencapai 196 tangki, dan Pundong yang mencapai 123 tangki.
Sejauh ini, menurut Antoni, persediaan air bersih di Bantul masih sekitar 245 tangki, dengan masing-masing tangki bersisi lima ribu liter. "Kita masih ada [persediaan air bersih], ndilalah kemarin ada bantuan dari CSR," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.
Koperasi Semesta belum bisa memasok susu untuk MBG karena produksi terserap industri dan UMKM. Populasi sapi akan ditambah 200 ekor.
BPS mencatat inflasi September 2026 mencapai 3,28% secara tahunan. Program MBG turut mendorong kenaikan harga daging ayam ras.
KDMP Sendangmulyo Sleman belum diserahterimakan, tetapi ditemukan kerusakan pada drainase dan talang dalam evaluasi fisik.
BGN siap menjadi offtaker hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan ikan sebagai sumber protein dalam menu Makan Bergizi Gratis.
Prabowo melantik Letjen TNI Muhammad Saleh Mustofa sebagai Wamentan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara.