Rekonstruksi Kasus Daycare di Jogja Diwarnai Teriakan Orang Tua Korban
Rekonstruksi kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha diwarnai teriakan orang tua korban. Mereka menuntut hukuman maksimal bagi para tersangka.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X memberikan sambutan dalam SiBakul Halal Festival 2024 di Jogja Expo Center, Jumat (25/10/2024). /Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Indonesia merupakan pasar konsumen halal terbesar di dunia. Dinas Koperasi dan UKM DIY mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di DIY.
Berdasarkan laporan Indonesia Halal Market tahun 2021/2022, Indonesia merupakan pasar konsumen halal terbesar di dunia. Tercatat nilai konsumsi produk halal Indonesia mencapai US$184 miliar. Sementara nilai ekspor produk halal Indonesia mencapai US$8 miliar.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menilai tingginya nilai konsumsi produk halal Indonesia menjadi peluang untuk pengembangan ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia. "Kondisi ini sesuai dengan cita-cita untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia," ujarnya dalam SiBakul Halal Festival 2024 di Jogja Expo Center, Jumat (25/10/2024).
Dia menilai besarnya potensi dan peluang yang ada berimplikasi pada tuntutan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas ekonomi syariah.
Menurutnya, pelaku usaha diharapkan mampu berkompetisi, menguatkan sektor keuangan syariah, menetapkan UMKM sebagai motor penggerak, dan menguatkan ekonomi digital syariah.
Dia menilai SiBakul Halal Festival merupakan kesempatan bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produk halal, yang ada di DIY.
BACA JUGA: Sertifikasi Halal Baru Menyasar 8,4% Pelaku UMKM di Sleman
Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi menyampaikan kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut UU No.33/2014 tentang Jaminan Produk Halal.
SiBakul Halal Festival ini merupakan bentuk promosi untuk menyatukan ekosistem halal yang ada di DIY kepada masyarakat.
Dalam acara tersebur, menurut Siwi, pihaknya juga berupaya mempromosikan upaya yang dapat dilakukan pelaku UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal, dan membangun jejaring industri halal. "Halal menjadi salah satu sektor ekonomi yang mengalami pertumbuhan pesat baik di Indonesia maupun di dunia," ujarnya.
Siwi berharap pengembangan ekonomi syariah di DIY dapat didukung oleh berbagai stakeholder. Menurutnya, berbagai stakeholder perlu pengambil peran dalam produksi, promosi, dan distribusi produk halal di DIY. Dia berharap sinergi bernagai pihak mampu mengembangkan produk halal DIY.
“Di sini kami saling komunikasi untuk bagaimana ajang promosi produknya, bagaimana cara aksesnya, bagaimana cara mewujudkannya dan bagaimana cara distribusinya. Ini penting sekali dalam pengembangan produk halal,” jelas Siwi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rekonstruksi kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha diwarnai teriakan orang tua korban. Mereka menuntut hukuman maksimal bagi para tersangka.
Cadence memperkenalkan ChipStack AI Super Agent Level-5 yang mampu merancang dan memverifikasi chip secara mandiri hingga 40 kali lebih cepat.
McLaren dan Red Bull mengajukan banding ke FIA setelah penalti Pierre Gasly di GP Monako 2026 dibatalkan akibat kesalahan sistem pit lane.
Kegiatan ini menjadi “magnet” bagi para komunitas dan konsumen pencinta Honda Vario untuk merayakan kebersamaan dan mempererat solidaritas.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang
Astra Motor Yogyakarta melatih 25 karyawan PT Bayer Indonesia menjadi duta safety riding untuk meningkatkan budaya keselamatan berkendara.