Astra Women Network 2026: Dari Pemberdayaan Menuju Dampak Nyata
semangat Astra bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada terbukanya kesempatan untuk berkembang, tetapi melalui kontribusi dan dampak nyata
Roadshow Kesejarahan yang digelar di Bangunkerto, Turi pada Sabtu (2/11/2024)./David Kurniawan
JOGJA—Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menggelar Roadshow Kesejarahan di Bangunkerto, Turi, Sleman, Sabtu (2/11/2024).
Sejarah perjuangan Laskar Pelajar di Kawedan dan tokoh pejuang setempat bernama Soebarjo yang punya teladan dalam bidang meracik strategi menjadi topik dalam acara itu.
Kepala Seksi Sejarah Kundha Kabudayan DIY, I Gede Adi Atmaja, menjelaskan Roadshow Kesejarahan menjadi salah satu upaya Kundha Kabudayan DIY mengenalkan sejarah kepada masyarakat. Program rutin Kundha Kabudayan DIY ini merupakan bentuk upaya internalisasi sejarah. Wujudnya berupa roadshow atau sarasehan kesejarahan yang diadakan keliling ke berbagai lokasi bersejarah di DIY. “Kita mendatangi lokasi dan mengajak masyarakat untuk mengenal sejarah,” katanya.
Jika biasanya digelar di sekolah-sekolah, Roadshow Kesejarahan justru mendatangi warga agar masyarakat mengetahui peristiwa sejarah yang terjadi di desanya. Dari sini masyarakat tak hanya tahu sejarah akan desanya, tetapi juga bisa menggali beragam teladan dalam peristiwa sejarah tersebut.
Alih-alih terus mendorong masyarakat dengan sumber sejarah berupa teks atau buku, kali ini masyarakat diajak langsung tahu cerita itu dari pelaku sejarah dan para pakar yang dihadirkan dalam roadshow.
Selain mendengar cerita lisan dari pelaku yang mengalami sejarah secara langsung, ragam pertunjukan yang dipentaskan oleh perwakilan warga sehingga dapat membuat masyarakat terbayang gambaran situasi saat peristiwa sejarah itu terjadi.
Cara ini juga berpotensi membuat internalisasi sejarah dapat lebih meresap dan diingat di memori para warga. Pelaku Sejarah Padukuhan Kawedan, Bangunkerto, Sukardi, bercerita bagaimana tokoh desa bernama Soebarjo yang punya jiwa kesatria dalam melawan penjajah di Bangunkerto.
Soebarjo yang mengetahui penjajah tengah berpatroli ke desa, tak ingin para rekan pejuangnya ditangkap. Dengan siasat cerdik, Soebarjo berhasil mengelabuhi penjajah. Berbekal sebuah granat yang dimilikinya, Soebarjo melempar peledak tersebut ke arah yang berlawanan dari arah patroli penjajah.
Praktis penjajah yang mengira pejuang ada di belakangnya selanjutnya urung maju dan memilih memeriksa kondisi di belakang. Di situ lah Soebarjo dengan jiwa kesatrianya memancing penjajah menjauh dari pos tentara pejuang. Sebaliknya, suara dentuman granat membuat tentara pejuang mengetahui ada bahaya sehingga bersiap dan berlari untuk mengatur strategi.
“Karena banyak temannya, Pak Barjo tak sempat membangunkan temannya. Dengan semangat kesatria, Pak Barjo melemparkan granat ke arah Belanda itu, suaranya keras sekali,” ungkapnya.
Soebarjo lolos dari Belanda. Sementara rekan-rekan pejuangnya juga selamat dari patroli Belanda berkat suara dentuman granat yang dilempar Soebarjo.(***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
semangat Astra bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada terbukanya kesempatan untuk berkembang, tetapi melalui kontribusi dan dampak nyata
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.