Bantul Kucurkan Rp2,17 Miliar untuk Perbaikan 89 Rumah Tak Layak Huni
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Kraton Jogja/Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat - Antaranews
Harianjogja.com, JOGJA - Upaya pengembalian manuskrip bersejarah milik Sultan Hamengku Buwono II yang dirampas Inggris dalam peristiwa Geger Sapehi 1812 mulai menunjukkan perkembangan positif. Yayasan Vasatii Socaning Lokika, yang digawangi trah Sultan HB II, menerima surat resmi dari Annabel Gallop, Kepala Seksi Asia Tenggara British Library, terkait akses terbuka data manuskrip Jawa.
Ketua Yayasan Vasatii Socaning Lokika, Fajar Bagoes Poetranto menjelaskan, surat tersebut memberikan akses metadata terhadap 482 manuskrip Indonesia dan Melayu yang kini tersimpan di British Library, termasuk 75 manuskrip Jawa yang berasal langsung dari Jogja pascaserangan ke Keraton 1812.
"Selain itu, terdapat pula 120 manuskrip berbahan kertas dan sekitar 50 manuskrip daun lontar dari Jawa, sebagian di antaranya berasal dari Jogja dan Pura Pakualaman," ujarnya, Sabtu (4/10/2025).
Dalam surat balasan itu, Gallop menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan jawaban karena harus melampirkan data tambahan yang signifikan. "Hari ini, kami akhirnya dapat menyediakan, melalui Akses Terbuka (Open Access), metadata dari seluruh 482 manuskrip Indonesia dan Melayu yang tersimpan di British Library, termasuk seluruh manuskrip Jawa," tulis Gallop dalam suratnya.
Fajar menegaskan bahwa Yayasan Vasatii Socaning Lokika menyambut baik langkah ini dan menindaklanjutinya dengan mengundang seorang pakar dunia untuk datang ke Indonesia. Kunjungan yang rencananya berlangsung di Jogja atau Jakarta itu akan menjadi ruang dialog privat (Private-to-Private/P2P) mengenai pelestarian dan studi manuskrip Jawa.
Selain mendorong pengakuan Sultan HB II sebagai pahlawan nasional, yayasan juga tengah menjalankan sejumlah program jangka panjang. Di antaranya transliterasi lebih dari 7.500 manuskrip yang belum diterjemahkan, termasuk naskah sakral seperti Serat Suryorojo dan Serat Nyogyakarta. Yayasan juga merintis pendirian Pusat Penelitian Budaya dan Manuskrip Jawa pra-kolonial serta menjajaki kerangka kolaborasi etis dengan British Library.
Dalam waktu dekat, yayasan akan menggelar pertemuan meja bundar yang melibatkan akademisi, filolog, arsiparis, dan pemangku kepentingan budaya. “Fokus pertemuan adalah pembahasan modalitas kemitraan dengan institusi di Inggris, mencakup akses digital, interpretasi bersama, dan perlindungan integritas intelektual naskah,” ujar Fajar.
Langkah ini dipandang sebagai momentum penting dalam upaya mengembalikan, merawat, sekaligus menghidupkan kembali khazanah intelektual Jawa yang sempat tercerabut akibat kolonialisme.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Alex Marquez sukses comeback di MotoGP Belanda 2026 usai absen dua seri akibat cedera. Finis ke-13 di Sprint Race Assen meski masih merasakan sakit.
Menhub memastikan komisi ojol maksimal 8 persen mulai berlaku 1 Juli 2026 tanpa uji coba. Aturan baru ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan pengemudi.
Toyota Australia melakukan recall 1.101 unit bZ4X akibat potensi gangguan software ECU. Toyota Astra Motor memastikan unit Indonesia tidak terdampak.
Gol kemenangan Iran atas Mesir dianulir VAR. Usai laga, para pemain meninggalkan pesan menyentuh tentang kehormatan dan fair play di ruang ganti.
OpenAI meluncurkan GPT-5.6 dengan varian Sol, Terra, dan Luna. Akses awal dibatasi atas permintaan pemerintah AS sambil menunggu evaluasi keamanan.