Tak Sekadar Gowes, Amazing Race Ajak Peserta Kenali Sumbu Filosofi Jogja
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sarasehan Roadshow Kesejarahan yang digelar di Kalurahan Pandowoharjo, Minggu (3/11) malam. Harian Jogja/David Kurniawan
SLEMAN—Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan DIY menggelar Roadshow Kesejarahan dan Sarasehan di Kalurahan Pandowoharjo, Sleman, Minggu (3/11) malam. Kegiatan mengambil tema berkaitan dengan peristiwa Perang Brayut yang mengakibatkan 14 warga gugur dalam pertempuran mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 5 Mei 1949.
Ketua Desa Mandiri Budaya di Kalurahan Pandowoharjo, Sudarmadi, mengatakan Kalurahan Pandowoharjo memiliki andil dalam upaya menjaga tegaknya kedaulatan NKRI. Hal ini tak lepas adanya peristiwa Perang Brayut, pasca terjadinya agresi militer Belanda yang kedua.
Perang terjadi karena usaha untuk melindungi para pejuang dan tentara pelajar dari kejaran tentara Belanda. Akibat perang yang terjadi pada 5 Mei 1949, tercatat 14warga gugur di medan pertempuran. “Untuk mengenang peristiwa ini dibangun lah monumen medan pertempuran Brayut di timur SMA Negeri 2 Sleman,” kata Sudarmadi.
Menurut dia, sisa dari perang banyak ditemukan warga. Pasalnya, ada bom seberat 21 kilogram yang ditemukan di sungai, amunisi sebanyak 300 butir di sungai di selatan Padukuhan Brayut. “Ada juga penemuan granat aktif yang diindikasikan sebagai perangkat yang digunakan dalam peperangan di Brayut,” katanya.
Selain itu, ada juga peninggalan kuno lain seperti sepeda motor ducati, Harley Davidson, motor keblak. Di sisi lain, juga ada peninggalan seperti limasan pacul, kampung, serta bungker sedalam 40 meter yang jadi tempat persembunyian warga. “Bungker ini bisa menampung hingga 60 orang,” katanya.
Sudarmadi menambahkan peristiwa perang Brayut dikemas menjadi pentas treatikal untuk dipertunjukan kepada warga. Selain mengenang pertempuran tersebut, juga pentas ini juga menjadi bagian Roadshow Kesejarahan dari Dinas Kebudayaan DIY.
Kepala Seksi Sejarah Kundha Kabudayan DIY, I Gede Adi Atmaja, menjelaskan Roadshow Kesejarahan menjadi salah satu upaya Kundha Kabudayan DIY mengenalkan sejarah kepada masyarakat. Program rutin Kundha Kabudayan DIY ini merupakan bentuk upaya internalisasi sejarah. Wujudnya berupa roadshow atau sarasehan kesejarahan yang diadakan keliling ke berbagai lokasi bersejarah di DIY.
Di tahun 2024, Roadshow Kesejarahan sudah digelar di Banyurejo, Tempel; Bangunkerto, Turi. “Kali ini digelar di Kalurahan Pandowoharjo. Selanjutnya digelar di Margodadi, Seyegan dan Sendangmulyo, Minggir,” katanya.
Sebelum Roadshow Kesejarahan digelar, Kundha Kabudayan DIY terlebih dahulu melatih para perwakilan warga lewat program Training of Trainer (TOT) tentang peristiwa bersejarah di DIY. Adapun empat peristiwa bersejarah penting di DIY di antaranya Hari Penegakan Kedaulatan Negara yang jatuh pada 1 Maret 1949, lalu Hari Jadi DIY, selanjutnya peristiwa Jogja Kembali dan terakhir Hari Keistimewaan. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
DPR menerima surat pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri dan pengangkatan Kapolri baru. Komisi III menyetujui Suyudi Ario Bayu.