Petugas Damkar Gunungkidul Pingsan di Jalan, Dirawat Intensif
Petugas Damkar Gunungkidul pingsan di Alun-Alun Wonosari usai piket malam, kini dirawat intensif dan belum sadarkan diri.
Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Idi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Selasa (17/3/2020). /ANTARA FOTO-Syifa Yulinnas.\n
Harianjogja.com, SLEMAN—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mewacanakan untuk menghidupkan kembali Ujian Nasional yang telah dihapus sejak 2021 lalu. Wacana ini mendapatkan tanggapan beragam dari praktisi Pendidikan di Kabupaten Sleman.
Ketua Dewan Pendidikan Sleman, Sudiyo mengatakan, secara pribadi setuju dengan adanya rencana mengembalikan UN oleh Kemendikdasmen. Ia berpendapat dengan adanya ujian ini, maka motivasi belajar siswa akan tetap tinggi karena harus melalui tes secara nasional.
Di sisi lain, keberadaan UN menjadi alat ukur ketercapaian Pendidikan dalam bidang akademis yang berstandar secara nasional. Ujian ini juga menjadi instrument atau salah satu alat seleksi masuk jenjang Pendidikan di atasnya, meski ada instrument yang lain.
“Dengan UN, pemerintah juga bisa lebih fokus untuk memetakan mutu Pendidikan berjenjang dari tingkat nasional, regional maupun daerah,” kata Sudiyo, Rabu (6/11/2024).
Dia menambahkan, dengan adanya pemetaan mutu Pendidikan ini, maka pengambilan kebijakan yang dibuat bisa lebih efekif dan sesuai kondisi riil di lapangan. Meski demikian, ia juga memberikan beberapa catatan apabila UN benar-benar kembali diterapkan. Salah satunya memastikan nilai dari ujian ini bukan menjadi satu-satu instrumen menentukan lulus tidaknya para siswa.
“Jadi tidak ada kesan menyeramkan terkait dengan UN. Sebab, dengan pelaksanaan ujian ini, maka pemerintah harus bisa membuat pemerataan Pendidikan karena sudah ada petanya secara nasional,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana mengaku belum bisa memberikan komentar berkaitan dengan wacana dihidupkannya UN oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muti. Ia berdalih masih menunggu keputusan pasti dari Kementerian.
“Tunggu setelah kebijakan dibuat. Yang jelas, kami di daerah akan mengikuti instruksi dibuat di tingkat pusat,” katanya.
Keberadaan UN sudah dihapuskan sejak 2021 lalu. Namun, di wilayah Pemerintah DIY ada ujian pengganti yang berskala regional dengan nama asesmen standar Pendidikan daerah (ASPD) yang dilaksanakan bagi siswa tingkat akhir di seluruh DIY.
“Ada ASPD dan salah satu manfaatnya untuk penerimaan siswa baru melalui jalur prestasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Damkar Gunungkidul pingsan di Alun-Alun Wonosari usai piket malam, kini dirawat intensif dan belum sadarkan diri.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.
Blunder Bento pada menit 90+8 membuat Al Nassr gagal mengunci gelar Saudi Pro League usai ditahan imbang Al Hilal 1-1.
Florentino Perez membantah isu sakit keras, menyerang media, dan mempercepat pemilu Real Madrid di tengah krisis klub musim 2026.