Dinkes Bantul Pastikan Belum Ada Temuan Influenza A di Bumi Projotamansari
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY GKR Bendoro (kanan) menaman pohon sebagai upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Padukuhuan Wotawati, Kalurahan Pucung, Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (9/11/2024)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja Cultural Wellness Tourism Festival (JCWTF), sebuah festival yang dirancang untuk mengintegrasikan konsep budaya dan pelestarian lingkungan melakukan penanaman pohon di Padukuhuan Wotawati, Kalurahan Pucung, Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (9/11/2024).
Kegiatan ini bertujuan melestarikan alam dan mendukung pariwisata berkelanjutan di DIY.
Wotawati yang sempat viral di media sosial, kini menjadi fokus pengembangan pemerintah daerah. Potensi alam yang indah dan keunikan budaya setempat menjadikan desa ini sebagai destinasi wisata yang menjanjikan. Melalui agenda ini, diharapkan Wotawati dapat menjadi contoh pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY GKR Bendoro mengungkapkan, upaya penanaman pohon itu merupakan bentuk nyata dari komitmen sosial-ekologis yang diusung oleh JCWTF.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kualitas udara dan meningkatkan daya serap karbon, tapi juga untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan mendukung pariwisata yang berkelanjutan di DIY.
"Selain itu, kegiatan ini akan menjadi simbol semangat kebersamaan dalam menjaga alam yang melibatkan peran aktif dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat lokal, pelaku usaha, hingga wisatawan yang peduli akan keberlanjutan lingkungan," katanya dikutip dari keterangan resmi.
Bendoro menyebut, pihaknya menaruh harapannya besar agar desa Wotawati dapat menjadi destinasi wisata berkualitas yang mampu menarik wisatawan untuk berlama-lama di Jogja. "Kami ingin memastikan bahwa pengembangan pariwisata di sini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujarnya.
Lurah Pucung Esti Dwiono mengatakan Pemda DIY lewat dana keistimewaan telah mengalokasikan dana sebesar Rp5 miliar untuk pengembangan desa Wotawati. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki fasad rumah warga, membangun infrastruktur pendukung pariwisata, serta mengembangkan pertanian organik.
"Konsep pengembangan desa ini mengacu pada arsitektur Majapahit dan awal Mataram, dengan tetap mempertahankan ciri khas budaya Jogja," ucap Esti.
Ke depan desa itu digadang-gadang bakal jadi kawasan terpadu yang menyajikan keindahan alam, pemukiman yang asri, serta pertanian organik. "Kami ingin menciptakan desa yang tidak hanya indah, tetapi juga produktif dan berkelanjutan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Pemkab Pekalongan meminta mitra MBG patuh SOP, menjaga keamanan pangan, dan memperbesar penyerapan produk lokal dari petani hingga nelayan.
Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95% pada kuartal III/2026. Investasi asing dan produksi pabrik menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Harga kakao dunia kembali naik pada 2026. Petani masih terkendala produktivitas, sementara industri Indonesia bergantung pada impor biji kakao.
Pengamat UGM Fahmy Radhi menilai Bahlil rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
Program Gentengisasi Prabowo dimulai dengan penyaluran 500.000 genteng UMKM Plered untuk meningkatkan kualitas hunian MBR.