Putus 2 Tahun Diterjang Banjir, Jembatan Dodogan-Pokoh Diperbaiki
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY GKR Bendoro (kanan) menaman pohon sebagai upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Padukuhuan Wotawati, Kalurahan Pucung, Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (9/11/2024)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja Cultural Wellness Tourism Festival (JCWTF), sebuah festival yang dirancang untuk mengintegrasikan konsep budaya dan pelestarian lingkungan melakukan penanaman pohon di Padukuhuan Wotawati, Kalurahan Pucung, Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (9/11/2024).
Kegiatan ini bertujuan melestarikan alam dan mendukung pariwisata berkelanjutan di DIY.
Wotawati yang sempat viral di media sosial, kini menjadi fokus pengembangan pemerintah daerah. Potensi alam yang indah dan keunikan budaya setempat menjadikan desa ini sebagai destinasi wisata yang menjanjikan. Melalui agenda ini, diharapkan Wotawati dapat menjadi contoh pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY GKR Bendoro mengungkapkan, upaya penanaman pohon itu merupakan bentuk nyata dari komitmen sosial-ekologis yang diusung oleh JCWTF.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kualitas udara dan meningkatkan daya serap karbon, tapi juga untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan mendukung pariwisata yang berkelanjutan di DIY.
"Selain itu, kegiatan ini akan menjadi simbol semangat kebersamaan dalam menjaga alam yang melibatkan peran aktif dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat lokal, pelaku usaha, hingga wisatawan yang peduli akan keberlanjutan lingkungan," katanya dikutip dari keterangan resmi.
Bendoro menyebut, pihaknya menaruh harapannya besar agar desa Wotawati dapat menjadi destinasi wisata berkualitas yang mampu menarik wisatawan untuk berlama-lama di Jogja. "Kami ingin memastikan bahwa pengembangan pariwisata di sini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujarnya.
Lurah Pucung Esti Dwiono mengatakan Pemda DIY lewat dana keistimewaan telah mengalokasikan dana sebesar Rp5 miliar untuk pengembangan desa Wotawati. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki fasad rumah warga, membangun infrastruktur pendukung pariwisata, serta mengembangkan pertanian organik.
"Konsep pengembangan desa ini mengacu pada arsitektur Majapahit dan awal Mataram, dengan tetap mempertahankan ciri khas budaya Jogja," ucap Esti.
Ke depan desa itu digadang-gadang bakal jadi kawasan terpadu yang menyajikan keindahan alam, pemukiman yang asri, serta pertanian organik. "Kami ingin menciptakan desa yang tidak hanya indah, tetapi juga produktif dan berkelanjutan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Pemerintah mengungkap alasan Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dalam pengembangan energi baru terbarukan meski memiliki potensi PLTS mencapai 7.700 GW.
Kahitna membagikan rahasia tetap kompak dan bertahan selama 40 tahun di industri musik Indonesia, mulai dari saling menerima hingga menjaga identitas musik.
Marcus Rashford resmi berpisah dengan Barcelona setelah masa peminjaman berakhir. Hansi Flick mengaku kehilangan, sementara Blaugrana merekrut Jesse Bisiwu.
Tanah kas desa di Kalurahan Sumberharjo dimanfaatkan menjadi kebun melon premium untuk meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat.
Empat pendaki yang tersesat di Gunung Lokon, Sulawesi Utara, berhasil ditemukan selamat oleh tim SAR gabungan usai operasi pencarian intensif.