Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Ilustrasi tren fesyen. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Perpaduan antara gaya modern dengan tradisi warisan budaya kini menjadin tren tersendiri fesyen tanah air. Fesyen jenis ini memberikan manfaat karena dalam prosesnya melibatkan perajin lokal.
Pendiri FADSAN Arief Kurniawan menuturkan lewat karya Tinctoria Series ia memadukan kain tenun khas Tasikmalaya dengan desain yang modern. Ia menyebutkan sebagai perpaduan warisan budaya dengan kebutuhan fesyen masa kini. Tenun Batang dan Tenun Bulu ATBM menjadi bahan utama dalam karya ini, menampilkan tekstur dan motif yang autentik.
"Proses pembuatan koleksi ini melibatkan perajin lokal, suatu langkah yang tidak hanya memperkuat identitas kami agar berbasis budaya, tetapi juga mendukung perekonomian lokal. Kami sangat bangga bisa bekerja sama dengan para perajian lokal," katanya Senin (11/11/2024).
Menurutnya kolaborasi tersebut memberikan manfaat saling menguntungkan, ia mendapat akses terhadap kain tenun berkualitas tinggi yang menjadi ciri khas lokal sekaligus berkontribusi pada pelestarian warisan budaya dan ekonomi masyarakat setempat.
Keunikan Tinctoria Series terletak pada perpaduan gaya klasik dengan sentuhan modern, menghadirkan tampilan elegan yang sesuai dengan tren global. Setiap item dalam koleksi ini dirancang dengan detail yang cermat.
Ia menambahkan karya itu tidak hanya membawa pesan budaya, namun juga menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan. Karena menggunakan pewarna alami ramah lingkungan dan minim limbah, memberikan nilai tambah yang sesuai dengan tren global akan sustainable fashion.
"Karya ini menjadi bukti bahwa kami tidak hanya fokus pada aspek estetika, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan. Keberlanjutan adalah bagian penting dari identitas kami. Kami ingin setiap langkah produksi, mulai dari pemilihan bahan hingga proses pewarnaan, memiliki dampak positif," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.