IGBF 2026 Hadir di Yogyakarta, Dorong Rumah dan Bangunan Indonesia Menuju Net Zero
IGBF 2026 di Jogja mendorong penerapan bangunan hijau dan menunjukkan konsep Net Zero yang dapat dimulai dari rumah.
Bedah buku Pemasaran UMKM melalui Media Sosial di Omah Lintang, Kapanewon Banguntapan, Bantul, Selasa (12/11/2024). - Jumali
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku di Omah Lintang, Kapanewon Banguntapan, Bantul, Selasa (12/11/2024) siang.
Kegiatan bedah buku dengan judul Pemasaran UMKM melalui media sosial dilakukan selain untuk meningkatkan minat baca masyarakat juga mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan keberadaan media sosial sebagai sarana pemasaran produk mereka.
Anggota DPRD DIY, Amir Syarifudin, mengungkapkan saat ini perkembangan dunia digital telah berkembang pesat. Alhasil, perkembangan itu harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha mikro kecil menengah untuk mengoptimalkan dunia digital untuk memasarkan produk.
“Omzet penjualan pelaku UMKM bisa ditingkatkan ketika mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial,” ujarnya, kemarin. Amir mencontohkan ada UMKM di Bantul yang mampu mendapatkan omzet miliaran dalam satu bulan setelah mengoptimalkan media sosial dan dunia digital.
Karena itu, diharapkan para peserta bedah buku bisa meniru langkah dari UMKM itu dalam mengoptimalkan dunia digital dalam usaha peningkatan penjualan.
Ketua Tim Bedah Buku DPAD DIY, Sri Wahyudi, mengungkapkan acara bedah buku kali ini bertujuan untuk meningkatkan minat membaca masyarakat DIY sehingga diharapkan DIY tetap menjadi provinsi dengan tingkat kegemaran membaca terbaik nasional.
Selain itu, Sri mengaku bedah buku kali ini juga bertujuan memberikan gambaran kepada para pelaku UMKM bagaimana mengoptimalkan penggunaan media sosial dalam pemasaran produk mereka.
BACA JUGA: BPK Temukan Ketidaksesuaian Pengelolaan Subsidi Rp461 Miliar di 10 BUMN
“Karena itu, kami hadirkan penulis bukunya, Tardi Al Fatih. Buku ini kami nilai relevan untuk mendorong UMKM di DIY dalam mengoptimalkan media sosial guna meningkatkan omzet usaha,” paparnya.
Penulis buku Pemasaran UMKM melalui Media Sosial, Tardi Al Fatih, mengungkapkan bukunya sengaja ditulis untuk membantu para pelaku UMKM dalam meningkatkan omzet melalui dunia digital.
Ada enam bab yang dibahas Tardi dalam buku setebal 120 halaman tersebut. Mulai dari pengertian UMKM, pemasaran umum, media sosial, aplikasi media sosial, digitalisasi UMKM dan pemasaran UMKM secara digital.
“Di buku yang saya tulis ini juga dibahas mengenai penerapan pemasaran digital untuk aplikasi Tiktok, Whatsapp bisnis serta cara mendesain gambar hingga pengelolaan google maps,” ucapnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IGBF 2026 di Jogja mendorong penerapan bangunan hijau dan menunjukkan konsep Net Zero yang dapat dimulai dari rumah.
Anggaran alkes TB 2027 menjadi sorotan DPR. Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut penanganan TB diperkuat lewat dana hibah.
KPK mengungkap dugaan struktur bayangan di ATR/BPN dalam kasus suap HGB Summarecon yang menyeret delapan tersangka.
Koalisi buruh menyoroti draf RUU Pelindungan Ketenagakerjaan terkait upah, pekerja kontrak, outsourcing, dan pemagangan.
BEI kembali menerapkan short selling secara bertahap dan memperkirakan transaksi ini berpotensi menambah likuiditas pasar hingga 17 persen.
Sebanyak 215.845 warga Bantul sudah mengaktifkan IKD. Disdukcapil memperluas jemput bola hingga kalurahan untuk mengejar target 30%.