Pemadaman Listrik Berulang OPD Gunungkidul Diminta Siapkan Genset
Pemkab Gunungkidul minta OPD cek genset menyusul seringnya pemadaman listrik yang ganggu layanan publik.
Mahasiswi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Zefanya Adelia Sidharta saat tampil di kejuaraan../ Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Mahasiswi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Zefanya Adelia Sidharta mendulang satu medali emas dan satu medali perunggu dalam kompetisi The 1st China-Asean Wushu Championship di Nantong, Provinsi Jiangsu, China. Kejuaraan ini berlangsung pada 3–6 November 2024 yang diselenggarakan kerja sama antara China-ASEAN.
Selain itu, juga didukung oleh World Federation of Acupuncture-Moxibustion Societies (WFA) serta International Wushu Federation (IWUF). Zefanya berlaga di Female Young Adult Division (Group C) yang diikuti dari berbagai negara mulai dari tuan rumah China, Hongkong, Macau, serta negara-negara ASEAN lainnya, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Meski berhasil merebut medali emas dalam kategori Taiji Jian dan medali perunggu di kategori Taiji Quan, Zefanya mengaku tidak memiliki banyak waktu untuk persiapan. Pasalnya, hanya ada rentang waktu satu minggu untuk menyelesaikan urusan akomodasi beserta persiapan didalam kejuaraan.
“Persiapannya sangat singkat, apalagi harus magang sehingga waktunya serba mepet,” katanya, seperti dikutip Selasa (12/11/2024).
Meski demikian, ia tetap bersyukur karen dapat tampil dengan optimal sehingga pulang membawa dua medali. “Tentu bersyukur karena dapat membawa satu emas dan satu perunggu dari China,” ungkapnya.
Menurut Zefanya, keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan pelatih teknik jurus, Vania Rosalin Irmanto, dan pelatih fisik, Kamilia Lituhayu sehingga bisa berlatih dengan maksimal di siswa waktu yang ada. Ia tidak menampik suhu udara mencapai 12 derajat Celsius di kejuaraan sempat menjadi kendala sehingga membutuhkan adaptasi tubuh yang lebih lama agar tetap fit saat bertanding.
“Di Jogja biasanya panas, tapi di China sangat dinging sehingga harus melakukan pemanasan ekstra agar tubuhnya siap tampil optimal di atas panggung,” katanya.
Bagi Zefanya, keberhasilan ini adalah sumber kebanggaan yang sangat besar, mengingat ini adalah medali emas pertamanya di ajang internasional. “Saya merasa bangga pada diri sendiri dan bersyukur kepada Tuhan, keluarga, dan teman-teman yang selalu mendukung. Harapan saya untuk UAJY adalah agar prestasi ini bisa menjadi motivasi positif bagi teman-teman yang mungkin berada di posisi serupa seperti saya,” kata mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi ini.
Ke depannya, ia berharap dapat terus meraih prestasi di dunia wushu sekaligus menyelesaikan pendidikannya dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul minta OPD cek genset menyusul seringnya pemadaman listrik yang ganggu layanan publik.
Disdikpora Kulonprogo gelar pelatihan dan lomba bisnis untuk pelajar dan pemuda, dorong lahirnya wirausahawan muda.
UGM kembangkan Smart Compost Vessel di Sleman, ubah sampah organik jadi pupuk cair untuk ketahanan pangan keluarga.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).
Gempa kembar Venezuela tewaskan 920 orang dan ribuan luka. Kerusakan parah terjadi di La Guaira
Kemenko PM meresmikan pilot project 1001 Kawasan Pemberdayaan Masyarakat di Banyumas berbasis ekspor gula kelapa dan pemberdayaan perempuan.