Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Mahasiswi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Zefanya Adelia Sidharta saat tampil di kejuaraan../ Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Mahasiswi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Zefanya Adelia Sidharta mendulang satu medali emas dan satu medali perunggu dalam kompetisi The 1st China-Asean Wushu Championship di Nantong, Provinsi Jiangsu, China. Kejuaraan ini berlangsung pada 3–6 November 2024 yang diselenggarakan kerja sama antara China-ASEAN.
Selain itu, juga didukung oleh World Federation of Acupuncture-Moxibustion Societies (WFA) serta International Wushu Federation (IWUF). Zefanya berlaga di Female Young Adult Division (Group C) yang diikuti dari berbagai negara mulai dari tuan rumah China, Hongkong, Macau, serta negara-negara ASEAN lainnya, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Meski berhasil merebut medali emas dalam kategori Taiji Jian dan medali perunggu di kategori Taiji Quan, Zefanya mengaku tidak memiliki banyak waktu untuk persiapan. Pasalnya, hanya ada rentang waktu satu minggu untuk menyelesaikan urusan akomodasi beserta persiapan didalam kejuaraan.
“Persiapannya sangat singkat, apalagi harus magang sehingga waktunya serba mepet,” katanya, seperti dikutip Selasa (12/11/2024).
Meski demikian, ia tetap bersyukur karen dapat tampil dengan optimal sehingga pulang membawa dua medali. “Tentu bersyukur karena dapat membawa satu emas dan satu perunggu dari China,” ungkapnya.
Menurut Zefanya, keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan pelatih teknik jurus, Vania Rosalin Irmanto, dan pelatih fisik, Kamilia Lituhayu sehingga bisa berlatih dengan maksimal di siswa waktu yang ada. Ia tidak menampik suhu udara mencapai 12 derajat Celsius di kejuaraan sempat menjadi kendala sehingga membutuhkan adaptasi tubuh yang lebih lama agar tetap fit saat bertanding.
“Di Jogja biasanya panas, tapi di China sangat dinging sehingga harus melakukan pemanasan ekstra agar tubuhnya siap tampil optimal di atas panggung,” katanya.
Bagi Zefanya, keberhasilan ini adalah sumber kebanggaan yang sangat besar, mengingat ini adalah medali emas pertamanya di ajang internasional. “Saya merasa bangga pada diri sendiri dan bersyukur kepada Tuhan, keluarga, dan teman-teman yang selalu mendukung. Harapan saya untuk UAJY adalah agar prestasi ini bisa menjadi motivasi positif bagi teman-teman yang mungkin berada di posisi serupa seperti saya,” kata mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi ini.
Ke depannya, ia berharap dapat terus meraih prestasi di dunia wushu sekaligus menyelesaikan pendidikannya dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m