Novotel Suites Malioboro Hadirkan Venue Gathering dengan Panorama Kota Jogja
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat
Gelaran Wadul Mas Gundhul yang dihadiri oleh Calon Wakil Wali Kota Yogyakarta Nomor Urut 1, Sri Widya Supena, di Pendopo Ndalem Pakuningratan, Kamis (13/11/2024) malam./Alfi Annisa Karin
JOGJA—Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Nomor Urut 1, Heroe Poerwadi dan Sri Widya Supena, berupaya untuk menggaet suara anak muda. Sebab, berdasarkan survei tim pemenangan pasangan Heroe- Pena, setidaknya masih ada 13% hingga 14% pemilih yang belum menentukan pilihan yang diperkirakan merupakan generasi Z dan milenial.
Ketua Tim Pemenangan Heroe-Pena, Chandra Dwi Putra, menuturkan ada satu program unggulan yang menjadi upaya untuk menggaet suara anak muda.
Program itu adalah Wadul Mas Gundhul. Chandra mengatakan setiap malam Supena berkeliling dan berusaha membuka dialog dengan warga Kota Yogyakarta. "Inisiasinya ini adalah mereka yang minta mengakomodasi apa yang menjadi keinginan masyarakat," ujar Chandra, Kamis (14/11/2024).
Berbagai isu persoalan di Kota Yogyakarta diangkat pada dialog Wadul Mas Gundul, mulai dari persoalan sampah, UMR di Kota Yogyakarta, hingga penyediaan hunian bagi warga Kota Yogyakarta.
Chandra mengatakan, program Wadul Mas Gundhul ini menjadi cara untuk mewadahi aspirasi anak muda. "Ini dukungan untuk Gen-Z, milenial yang sudah mulai respek terhadap politik. Memastikan apa yang menjadi keinginan mereka tertampung dengan apa yang menjadi programnya Mas Pena sebagai unsur dari teman-teman yang masih muda," katanya.
Saat ditemui belum lama ini, Supena mengatakan Wadul Mas Gundhul tak hanya menjadi wadah menampung aspirasi, namun dia juga berupaya untuk memberikan solusi terhadap permasalahan di Kota Yogyakarta. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan yakni berkaitan dengan penetapan UMK dan UMR.
Selama ini, upah minimum di Kota Yogyakarta masih berada di bawah kajian standar hidup layak. Untuk itu, Pena mendorong masyarakat untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan. "Salah satu solusinya ya diajak untuk mencari pendapatan lain, membangun bisnis sampingan. Misalnya jadi affiliate, konten kreator, influencer. Kalau sembari nyambi dan belum bisa, nanti bareng-bareng dipikirkan supaya penghasilan bertambah," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.