Kisah Nurul, Penumpang Disabilitas yang Rutin Naik Kereta
Nurul rutin naik kereta dengan satu tongkat. Ia mengandalkan asistensi petugas KAI saat berjalan jauh hingga naik dan turun kereta.
Pekerja mengangkut pupuk urea produksi PT Pupuk Indonesia - ist/Antara/PT Pupuk Indonesia
Harianjogja.com, BANTUL–Menjelang akhir tahun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul memastikan tidak ada kendala dalam penyaluran pupuk subsidi.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo menyampaikan hingga kini penyaluran pupuk subsidi mencapai 75% dari alokasi pupuk subsidi yang diterima Bantul tahun 2024 yaitu 9.639 ton UREA dan 8.602 ton NPK. "Penyaluran pupuk [subsidi] aman, tidak ada permasalahan," katanya, Kamis (14/11/2024).
BACA JUGA: Serapan Pupuk Urea di Gunungkidul Baru Mencapai 35 Persen
Sejak beberapa bulan lalu, lanjutnya, penebusan pupuk subsidi tidak harus menggunakan kartu tani, melainkan dapat menggunakan kartu tanda penduduk (KTP). Nama petani harus tercantum dalam rencana definitif kebutuhan kelompok tani (RDKK). Mekanis penebusan pupuk tersebut menurutnya, memudahkan kalangan petani.
Joko menyampaikan saat ini pihaknya tengah menyusun RDKK untuk pengajuan permintaan pupuk subsidi tahun depan. Dia menargetkan penyusunan RDKK tersebut akan rampung akhir November 2024.
Pada tahun depan diperkirakan pupuk subsidi pun akan langsung dialokasikan ke petani. Karena itu, dalam RDKK saat ini, data diri petani penerima pupuk subsidi juga tengah dilengkapi. "Sekarang pengajuan pupuk [subsidi] sangat rigit sekali," katanya.
BACA JUGA: Jelang Tanam Musim Hujan, DKPP Bantul Pastikan Ketersediaan Pupuk Aman
Joko menyambut baik kebijakan alokasi pupuk subsidi yang langsung didistribusikan ke petani. "Pokoknya bagus, [penyaluran pupuk subsidi] akan tepat sasaran, ini bisa jadi solusi masalah [penyaluran] pupuk," katanya.
Sementara Ketua Kelompok Tani Sidodadi, Tamantirto, Kasihan, Sardjono mengaku tidak ada kendala dalam penyaluran pupuk subsidi. Dia pun mengaku anggota kelompok taninya selama ini dapat mengakses pupuk subsidi dengan KTP pula, selain menggunakan kartu tani. "Bisa [menebus pupuk] seperti biasa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nurul rutin naik kereta dengan satu tongkat. Ia mengandalkan asistensi petugas KAI saat berjalan jauh hingga naik dan turun kereta.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.