Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Pekerja mengangkut pupuk urea produksi PT Pupuk Indonesia - ist/Antara/PT Pupuk Indonesia
Harianjogja.com, BANTUL–Menjelang akhir tahun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul memastikan tidak ada kendala dalam penyaluran pupuk subsidi.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo menyampaikan hingga kini penyaluran pupuk subsidi mencapai 75% dari alokasi pupuk subsidi yang diterima Bantul tahun 2024 yaitu 9.639 ton UREA dan 8.602 ton NPK. "Penyaluran pupuk [subsidi] aman, tidak ada permasalahan," katanya, Kamis (14/11/2024).
BACA JUGA: Serapan Pupuk Urea di Gunungkidul Baru Mencapai 35 Persen
Sejak beberapa bulan lalu, lanjutnya, penebusan pupuk subsidi tidak harus menggunakan kartu tani, melainkan dapat menggunakan kartu tanda penduduk (KTP). Nama petani harus tercantum dalam rencana definitif kebutuhan kelompok tani (RDKK). Mekanis penebusan pupuk tersebut menurutnya, memudahkan kalangan petani.
Joko menyampaikan saat ini pihaknya tengah menyusun RDKK untuk pengajuan permintaan pupuk subsidi tahun depan. Dia menargetkan penyusunan RDKK tersebut akan rampung akhir November 2024.
Pada tahun depan diperkirakan pupuk subsidi pun akan langsung dialokasikan ke petani. Karena itu, dalam RDKK saat ini, data diri petani penerima pupuk subsidi juga tengah dilengkapi. "Sekarang pengajuan pupuk [subsidi] sangat rigit sekali," katanya.
BACA JUGA: Jelang Tanam Musim Hujan, DKPP Bantul Pastikan Ketersediaan Pupuk Aman
Joko menyambut baik kebijakan alokasi pupuk subsidi yang langsung didistribusikan ke petani. "Pokoknya bagus, [penyaluran pupuk subsidi] akan tepat sasaran, ini bisa jadi solusi masalah [penyaluran] pupuk," katanya.
Sementara Ketua Kelompok Tani Sidodadi, Tamantirto, Kasihan, Sardjono mengaku tidak ada kendala dalam penyaluran pupuk subsidi. Dia pun mengaku anggota kelompok taninya selama ini dapat mengakses pupuk subsidi dengan KTP pula, selain menggunakan kartu tani. "Bisa [menebus pupuk] seperti biasa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.