Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Proses pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul di ruas Gayamharjo. Foto diambil Jumat (15/11/2024)
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan jalur alternatif Sleman-Gunungkidul di ruas Gayamharjo, Prambanan sepanjang 400 meter bisa selesai tepat waktu. Progress dari pengerjaan bisa dilihat dengan dibukanya akses menuju Klaten yang kembali dibuka setelah adanya penutupan selama pengerjaan berlangsung.
Salah seorang warga Lemahbang, Kalurahan Gayamharjo, Prambanan, Wahyudi mengatakan, pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul yang dikenal dengan Segmen B6 masih berlangsung. Ia pun mengakui, proses berjalan dengan baik dikarenakan jalan lama yang terdampak pembangunan sudah selesai dikerjakan dengan diaspal.
“Selesai diaspal juga sudah bisa dilalui,” kata Wahyudi, Minggu (17/11/2024).
Menurut dia, selama pembangunan berlangsung, sempat ada penutupan jalan alternatif menuju ke Klaten, Jawa Tengah. Sebagai gantinya, pengguna jalan harus menggunakan alternatif jalan lain untuk bisa Balai Kalurahan Gayamharjo atau ke wilayah Klaten.
“Selama ditutup akses dipindah dengan melalui jalur di wilayah Padukuhan Mintorogo,” katanya.
Disinggung mengenai adanya pembangunan jalan baru, Wahyudi merasa senang dikarenakan bisa berdampak terhadap pengembangan wilayah yang berbatasan dengan Gunungkidul. Di sisi lain, jalan baru ini juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang dampaknya bisa dirasakan Masyarakat.
“Yang jelas akan lebih ramai. Jadi, kami berharap agar jalan baru ini bisa segera diselesaikan,” katanya.
Pelaksana Lapangan Pembangunan Jalan Sleman-Gunungkidul Segmen B6, Habibi Wibowo mengatakan, proses pembangunan berjalan dengan baik. Ia menyakini bisa selesai tepat waktu sesuai dengan perencanaan awal.
“Untuk pengaspalan sudah dua minggu lalu pengerjaannya. Sekarang sudah bisa dilalui oleh Masyarakat umum,” katanya.
Menurut dia, proyek senilai Rp17,6 miliar ini tinggal menyelesaikan sedikit pengerukan di area perbukitan yang rencananya untuk jalan baru. Adapun pembangunan abdomen atau satu tiang jembatan juga sudah selesai dilakukan.
“Intinya tinggal sedikit dan semuanya akan rampung. Kami optimistis bisa selesai tepat waktu,” kata Habibi.
Ia menambahkan, untuk lokasi yang dibangun di tahun ini hanya sekitar 400 meter. Prosesnya tidak diaspal semuanya karena pengaspalan hanya untuk di lokasi yang ada jalan lama sekitar 250 meter.
“Untuk lokasi yang baru yang membelah perbukitan, baru pengerasan. Rencananya pengaspalan baru dilaksankan di tahap pembangunan berikutnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.