Pertamina Sisir Perairan Karawang Cek Dugaan Kebocoran Pipa Gas
PHE ONWJ menyisir perairan Karawang usai dugaan kebocoran pipa gas. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas operasi tetap aman dan normal.
Ilustrasi pelecehan seksual - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Pusat Studi Wanita Universitas Gadjah Mada (UGM) Widya Nayati mengatakan pengenalan pendidikan seksual sejak usia dini penting untuk melindungi anak-anak dari potensi pelecehan seksual.
"Dengan pemahaman yang benar, anak-anak akan lebih mampu melindungi diri mereka sendiri dari potensi pelecehan seksual yang sering kali dilakukan oleh orang terdekat," ujar Widya, Senin (18/11/2024).
Melalui pendidikan seksual, kata dia, anak-anak antara lain diajarkan untuk mengenali bagian-bagian tubuh mereka sendiri, terutama bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain selain orang tua atau pengasuh yang dipercaya. Menurut Widya, pemahaman mengenai batasan tubuh tersebut sangat penting untuk dikenalkan kepada anak-anak sejak kecil.
Selain mengajarkan anak mengenali bagian tubuh, Widya menilai penting memberikan panduan khusus bagi orang tua tentang kapan anak laki-laki sebaiknya tidak lagi dimandikan oleh ibu mereka dan sebaliknya, kapan anak perempuan tidak dimandikan oleh ayah mereka.
Ia menjelaskan perhatian terhadap batasan-batasan tersebut membantu mencegah kebingungan pada anak mengenai privasi tubuh, serta memberikan kesadaran mengenai batasan yang sehat sejak dini.
Widya juga menyoroti bahwa sebagian besar kasus pelecehan seksual melibatkan orang terdekat, seperti anggota keluarga seperti dari paman, bibi, kakek, nenek, atau sepupu maupun orang-orang yang tinggal bersama, termasuk anak indekos.
Oleh sebab itu, ia mengajak para orang tua untuk terus waspada dan memperhatikan setiap perubahan perilaku atau tanda-tanda yang mungkin menunjukkan bahwa anak mereka mengalami ketidaknyamanan atau gangguan. Widya pun memberikan beberapa tips praktis mengenai cara berdiskusi dengan anak tentang pendidikan seksual.
Ia menyarankan agar para orang tua mendengarkan anak-anak dengan penuh perhatian dan tidak langsung menghakimi. "Komunikasi terbuka dan positif akan menciptakan hubungan yang lebih kuat antara orang tua dan anak sehingga anak merasa aman untuk menyampaikan apapun yang dialaminya," ujar Widya.
Widya berharap para orang tua untuk berperan aktif dalam memberikan pendidikan seksual yang sehat dan tepat guna sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi generasi mendatang.
Dengan adanya inisiatif semacam itu, diharapkan masyarakat dapat lebih terbuka membicarakan topik pendidikan seksual dalam konteks perlindungan anak, serta mampu mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah kekerasan dan pelecehan seksual.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PHE ONWJ menyisir perairan Karawang usai dugaan kebocoran pipa gas. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas operasi tetap aman dan normal.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.
Rupiah ditutup melemah ke Rp18.009 per dolar AS setelah Perry Warjiyo mundur. Pasar menyoroti sentimen geopolitik dan risiko fiskal.
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Galaxy Watch Ultra2, smartwatch yang memadukan fitur pendukung aktivitas luar ruang dengan insight kesehatan berbasis AI melalui Samsung Health.