Bisnis Kopi Indonesia Berkembang, Pelaku F&B Hadapi Tantangan Baru
Coffee culture di Indonesia berkembang menjadi gaya hidup. Pelaku bisnis F&B menghadapi tren cepat dan tantangan bahan baku.
TPST Modalan. - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Modalan Kelurahan Banguntapan yang beberapa waktu lalu diresmikan.
"Pemkab Bantul telah menganggarkan biaya operasional TPST Modalan melalui APBD 2024 sebesar Rp2 miliar. Anggaran itu untuk tenaga kerja, listrik, alat pelindung diri, dan sarana maupun prasarana pendukung lainnya," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi di Bantul, Senin.
Dia mengatakan selanjutnya Pemkab Bantul juga berkomitmen untuk menganggarkan anggaran operasional sebesar Rp3,8 miliar per tahun untuk memaksimalkan operasional TPST yang diproyeksikan mampu mengolah sampah hampir 50 ton per hari.
"Secara teknis TPST Modalan dapat mengelola sampah hingga 49 ton per hari dengan cakupan wilayah Kecamatan Banguntapan dan Kecamatan Sewon, dan menyerap tenaga kerja masyarakat sebanyak 46 orang," katanya.
Bambang mengatakan kebijakan desentralisasi pengelolaan sampah DIY yang telah diterapkan pada 2024 memberikan dampak positif di Bantul, dari berbagai upaya yang dilakukan berdampak pada peningkatan jumlah bank sampah aktif di Bantul.
BACA JUGA: Pengelolaan Sampah di Bantul Diklaim Serap 200 Tenaga Kerja
"Bank sampah aktif pada 2023 sejumlah 354 unit dan melakukan pendauran ulang sampah mencapai 1,73 ton per hari, menjadi 534 unit dan mampu melakukan pendauran ulang sampah mencapai 2,51 ton per hari pada 2024," katanya.
Meski demikian, kata dia, untuk mendukung keberhasilan operasional TPST dalam mewujudkan program Bantul Bersih Sampah Tahun 2025, maka masyarakat Bantul harus bisa mandiri pengelolaan sampah.
"Tantangan hanya dapat diselesaikan jika kita bekerja sama, dari tingkat rumah tangga hingga kabupaten. Upaya mencapai Kabupaten Mandiri Pengelolaan Sampah adalah dengan pengelolaan sampah secara mandiri oleh semua pemangku kepentingan," katanya.
Dia juga mengatakan upaya yang harus dilakukan adalah pengurangan dan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, dan semua produsen sampah, optimalisasi kinerja bank sampah di tingkat pedukuhan atau dusun.
"Kemudian melakukan optimalisasi kinerja pengolahan sampah di TPS3R (tempat pengolahan sampah reduce reuse dan recycle) tingkat kelurahan, dan pembangunan sarana prasarana pengolahan sampah tingkat kabupaten," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Coffee culture di Indonesia berkembang menjadi gaya hidup. Pelaku bisnis F&B menghadapi tren cepat dan tantangan bahan baku.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.