Pensiunan TNI Asal Gunungkidul Rasakan Manfaat Program JKN
Pensiunan TNI asal Gunungkidul, Kidjo, menceritakan pengalamannya menjalani operasi hingga kontrol dengan memanfaatkan Program JKN.
Vani Wirawan ./ Ist
JOGJA - Jadi orang pertama dari Indonesia, sosok Vani Wirawan berhasil menerbitkan kajian tentang kriminologi bidang pertanahan pada jurnal Novum Jus yang terindeks Q1 law, milik Catholic University of Colombia.
Kajian tersebut diterbitkan pada bulan April 2024 yang berjudul Measuring the Land Mafia in Indonesia: New Phenomenon of Extraordinary Crime, fokus pada permasalahan mafia tanah sebagai kategori kejahatan luar biasa. Isi kajian pada artikel tersebut bersumber dari berbagai referensi hukum, data lapangan dan beberapa kasus mafia tanah serta ilmu sosial lainnya.
Akademisi dan praktisi hukum yang mempunyai disiplin ilmu pada dunia kriminologi dan viktimologi bidang pertanahan yang berdomisili di Sleman ini merupakan penulis utama pada artikel jurnal tersebut. Ia didampingi oleh para profesor hukum dan pakar hukum yang terkemuka sesuai bidang yang relevan.
Fokus Penelitian
Berawal dari banyak kasus pertanahan terkhususnya mafia tanah yang muncul di Indonesia, sehingga kajian mafia tanah sangat menarik untuk dituangkan dan dipublikasikan dalam jurnal internasional. Kajian dalam artikel jurnal tersebut membahas mengenai modus operandi mafia tanah, penyebab dan faktor mafia tanah di Indonesia. Selain itu juga mengungkap sikap resmi pemerintah Indonesia dalam memberantas mafia tanah, serta kedepan perlunya rekonstruksi politik hukum pemberantasan mafia tanah yang memberikan rasa keadilan bagi korban mafia tanah.
Tips Tembus Jurnal Internasional Bereputasi
Kesempatan untuk bisa menerbitkan artikel hasil penelitian pada jurnal terindeks Scopus atau jurnal internasional bereputasi lainnya merupakan salah satu impian dari seorang akademisi dan seorang peneliti. Oleh karena itu, Wirawan membagikan berbagai tips untuk bisa tembus jurnal internasional bereputasi yakni pastikan penelitian mengangkat isu terkini yang menarik dan berdampak terhadap masyarakat, mampu menawarkan problem solving atau gagasan mutakhir, berkolaborasi dengan jaringan peneliti atau pakar hukum terkemuka. Pastikan focus dan scope jurnal yang dituju sesuai dengan kajian artikel yang ditulis.
Pada jurnal Novum Jus menyajikan kepada civitas akademika serta kepada masyarakat pada umumnya atas hasil penelitian dan pengkajian sosiologi hukum dan politik yang bersifat orisinil. Hal ini ditujukan untuk para profesional di bidang hukum, ilmu politik, sosiologi dan disiplin ilmu terkait. Perlu ditekankan bahwa pada jurnal ini mengutamakan pendekatan socio legal, serta tidak dipungut biaya untuk publikasi. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pensiunan TNI asal Gunungkidul, Kidjo, menceritakan pengalamannya menjalani operasi hingga kontrol dengan memanfaatkan Program JKN.
Mural di Patangpuluhan Jogja menjadi ruang kreativitas anak muda untuk menyuarakan isu lingkungan, budaya, sosial, hingga ekonomi kreatif.
BBMKG memperingatkan potensi air laut pasang di Bali pada 26-30 September 2026. Warga pesisir diminta waspada terhadap dampaknya.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Kebakaran lahan terjadi di Puncak Setampol Torean Gunung Rinjani. Tim TNGR bergerak memadamkan api dan menilai luas area terdampak.