50 Kepala Dukuh Perempuan Kulonprogo Ikut Pendidikan Politik

Triyo Handoko
Triyo Handoko Sabtu, 23 November 2024 21:07 WIB
50 Kepala Dukuh Perempuan Kulonprogo Ikut Pendidikan Politik

Suasana pendidikan politik yang diikuti sekitar 50 dukuh perempuan di Kulonprogo./Istimewa-Dinsos P3A .

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 50 kepala dukuh perempuan dari lima kapanewon di Kulonprogo mengikuti pendidikan politik, Sabtu (23/11/2024). Pelatihan selama dua hari itu diinisiasi oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kulonprogo.

Puluhan dukuh perempuan itu masing-masing berasal dari Kapanewon Kokap, Pengasih, Wates, Lendah, dan Galur.

Kepala Dinsos-P3A Kulonprogo, Lucius Bowo Pristiyanto menjelaskan bahwa tujuan kegiatan itu untuk memberdayakan perempuan di Bumi Binangun.

Peran perempuan dalam politik, jelas Bowo, semakin meningkat terlebih banyak organisasi yang aktif melibatkan kelompok tersebut. "Peran politik perempuan dapat dimulai di lingkungan paling kecil dahulu mulai dari tingkat RT, RW, pedukuhan, kalurahan, ini yang akan terus kami dorong termasuk dengan kegiatan ini," ucap dia.

Perempuan memiliki posisi yang strategis, menurut Bowo, melalui peran-peran kemasyarakatan terutama terlibat dalam musyawarah dan pengambilan keputusan. "Lewat pendidikan politik ini kami berharap mereka makin berani dan percaya diri menyuarakan pendapatnya untuk kepentingan kaum perempuan,” ujar dia.

BACA JUGA: RSUD Morangan Kini Punya Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan

Bowo menerangkan kepala dukuh perempuan yang ada di Kulonprogo juga berperan vital terutama dalam mengadvokasi perempuan lain di wilayahnya. "Lewat kegiatan ini para dukuh perempuan diharapkan mampu mengadvokasi perempuan lain di wilayahnya untuk menuju kesetaraan gender di bidang politik maupun bidang lainnya,” kata Bowo.

Ke depan pendidikan politik untuk dukuh perempuan dari kapanewon lain, sambung Bowo, akan digencarkan. Supaya partisipasi perempuan meningkat dalam pembangunan. 

"Agar tidak hanya menjadi objek dalam pesta demokrasi, namun menjadi subjek yang kritis dalam menentukan pilihan politik, sekaligus menjadi pendorong pendewasaan politik untuk memperjuangkan aspirasi. Terutama  lebih berkontribusi dalam pengusulan program-program kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan perempuan, anak, lansia, dan kaum marginal.”

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online