Gol Cepat Joel Vinicius Bawa Arema Unggul atas PSIM Jogja
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menggunakan hak suaranya pada Pilkada Bantul 2024 di TPS 005, Kampung Rukeman, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Rabu (27/11/2024) pagi/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL--Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak semua kepala daerah dan wakil kepala daerah yang nantinya terpilih pada Pilkada 2024 untuk mendeklarasikan diri selesai dengan dirinya dan selesai dengan keluarganya.
Hal ini dilakukan agar tidak ada penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh kepala daerah dan wakil kepala daerah saat menjabat.
"Saya mengajak semua harus mendeklarasikan selesai dengan dirinya, selesai dengan keluarganya. Karena setiap penyimpangan kekuasaan, setiap praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, apalagi menyangkut materi itu semua bermula dari para pejabat publik yang belum selesai dengan dirinya," kata Haedar usai menggunakan hak suaranya pada Pilkada Bantul 2024 di TPS 005, Kampung Rukeman, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Rabu (27/11/2024) pagi.
Bahkan, Haedar mengungkapan, ada hutang-hutang yang harus dibayar oleh dukungan politik yang semestinya tidak menyandera kepala daerah dan wakil kepala daerah. Karena betapa mahalnya harga politik atas aspirasi rakyat.
"Jika tidak dimulai saat ini, sampai kapan pun kita tdiak akan melahirkan pimpinan kepala daerah yang good government dan clean government," jelasnya.
BACA JUGA: Sultan dan Paku Alam X Berikan Suara pada Pilkada Jogja 2024
Haedar juga menyebut jika ada pertaruhan yang akan dilakukan oleh kepala daerah dan wakil kepala daerah berupa aset kekayaaan negara di setiap daerah dan otoritas atas nama otonomi daerah.
"Kalau para kepala daerah tidak jalankan fungsi good government, dan clean government, bahkan melakukan penyimpangan terbuka dan tertutup, nanti pertaruhannya kekayaan alam, sumberdaya daerah bahkan APBN yang besar mengalir ke daerah yang itu tidak bisa memakmurkan daerah," ungkap Haedar.
Haedar sendiri percaya masih ada kepala daerah yang jadi teladan memimpin daerah dengn spirit pemimpin bangsa dan negarawan di daerahnya. Oleh karena itu, Haedar berharap agar para kepala daerah dan wakil kepala daerah yang terpilih scara demokratis lewat Pilkada harus betul-betul menjalankan mandat konstitusi, dengan jujur, amanah, dan terpercaya. Bahkan, kata Haedar, utamakan kepentingan rakyat, di atas kepentingan diri, kroni dan apapun yang elama ini terkait dengan dirinya.
"Kita ingin ada kultur baru dan suasana baru. Bahkan kita ingin ada ekosistem politik baru, di mana kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih betul-betul berjiwa negarawan, pahlawan yang utamakan kepentingan rakyat yang segala-galanya," ucap Haedar.
Haedar sendiri menggunakan hak suaranya pada Pilkada Bantul 2024 di TPS 005, Kampung Rukeman, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Rabu (27/11/2024) pagi.
Pantauan Harianjogja.com, pukul 09.35 WIB, Haedar bersama istrinya Siti Noordjannah dan anaknya datang ke TPS 005 untuk menggunakan hak suaranya. Dengan mengenakan kemeja panjang warna hitam. Haedar nyoblos di bilik suara yang disediakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.
Apple uji iPhone 19 Pro dengan layar melengkung 4 sisi dan Face ID di bawah layar. Desain futuristik diprediksi hadir pada 2027.
Listrik padam total di Sumatera Bagian Tengah dan Utara sejak Jumat malam. PLN ungkap gangguan sistem, warga Pekanbaru terdampak luas.