Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Susana pencoblosa di TPS 7, Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Samigaluh yang tergolong unik dengan interior serat alam termasuk memfasilitasi difabel./ harian Jogja - Triyo Handoko
Harianjogja.com, KULONPROGO—Aneka produk kerajinan dari serat alam terpasang rapi di tempat pemungutan suara (TPS) 7, Padukuhan Sandang, Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan. Dari pintu masuk area pencoblosan hingga pintu keluarnya nampak menarik bahkan dijadikan tempat foto pada Rabu (27/11/2024).
Terdapat vas bunga, hiasan lampu, bingkai foto dinding, keranjang buah, hingga furnitur rumah tangga lainnya yang berbahan serat alam di TPS tersebut. Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) 7 Kalurahan Tanjungharjo, Panut menjelaskan pada Rabu pagi bahwa butuh waktu bagi timnya menyusun TPS unik ini selama seminggu.
Panut menyebut TPS unik ini didukung Murakabi Craft yang jadi unit usaha yang mengumpulkan produk serat alam yang dibikin warganya di ruang galeri tersebut. “Ini bukan yang pertama di setiap momen Pemilu kami berusaha tampil unik dan menarik sebagai bagian dari promosi UMKM juga,” terangnya.
Daftar pemilih di TPS 7 itu, jelas Panut, sekitar 457 orang. Selain mempertimbangkan estetika, perencanaan tempat pencoblosan itu juga berprinsip kegunaan dan tetap sesuai aturan.
BACA JUGA: Selesai Nyoblos di Geblug, Cabup Endah Subekti: Kami Sebar Saksi di 1.355 TPS
Panut menjelaskan salah satu ketaatanya pada aturan dan fungsi TPS adalah menyedikan fasilitas tambahan bagi difabel. “Kami bikinkan meja pencoblosan khusus difabel yang tingginya lebih rendah dari meja lain, tempat duduknya juga kami siapkan khusus,” paparnya.
Sementara Dukuh Sandang, Pargono menyebut masyrakat jdi lebih tertarik menggunkan hak pilihnya dengan design TPS unik tersebut. “Kami sangat mendukung inisatif kreatif ini karena bisa jadi wadah hiburan juga,” ungakapnya.
Pargono yang juga pemilik Murakabi Craft menjelaskan selain unike dengan interirnya, petugas TPS 7 juga mengenakan pakian khas jawa. “Masyarakat yang mencoblos juga kami sarankan datag ke TPS dengan pakian adat dan animonya juga tinggi,” paparnya.
Suasana pakian adat jawa ini, menurut Pargono, makin memeriahkan pesta demokrasi tersebut. “Jadi semuanya riang gembira, harapan kami pemimpin Kulonprogo kedepan juga turut mendukung produk-produk UMKM,” tururnya.
Produk Murakabi Craft sendiri, lanjut Pargono, sudah diterima pasar internasional dengan ekspornya. “Hampir suda diekspor ke seluruh benua, ini mesti dikuatkan lagi agar UMKM Kulonprogo makin maju dengan pemimpin barunya,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.