Fakta Baru! Polisi Sebut Sopir Taksi Lalai dalam Tragedi KRL Bekasi
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
Pilkada 2024 - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Semua pihak dan masyarakat harus dapat menjaga sikap agar suasana tetap kondusif setelah proses pemungutan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman dalam Pilkada 2024. Hal ini diutarakan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto.
"Seluruh pihak agar terus berupaya menjaga kondusivitas di wilayah masing-masing setelah proses pemungutan suara hari ini berlangsung lancar dan aman," kata dia, seperti dikutip dari Antara, Rabu (27/11/2024).
Ia berharap baik pihak yang menang atau pun yang kalah dalam Pilkada Sleman 2024 iji bisa saling menjaga sikap agar tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat.
"Sing menang ojo umuk, sing kalah ojo ngamuk (yang menang jangan sombong, yang kalah jangan ngamuk). Jadi mohon terus dijaga, karena ini pesta demokrasi yang sudah biasa kita jalankan lima tahun sekali," katanya.
Sebelumnya Sekda Sleman bersama jajaran Forkopimda Sleman melakukan tinjauan ke kapanewon (kecamatan) dan sejumlah TPS guna memastikan proses pemungutan suara pada Pilkada Kabupaten Sleman 2024 berjalan lancar.
Turut serta pada kegiatan tersebut Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Korwil Sleman Badan Intelejen Nasional (BIN) DIY, KPU dan Bawaslu Kabupaten Sleman, serta pemangku kepentingan lainnya.
BACA JUGA: Kasus Penembakan Siswa di Semarang, Menteri HAM Turunkan Tim Khusus
Pantauan ini dilakukan di tiga kantor kapanewon, yakni Kapanewon Mlati, Kapanewon Seyegan dan Kapanewon Tempel.
Selain itu rombongan juga meninjau TPS yang ada di Padukuhan Bedingin, Sumberadi, Mlati dan TPS di Padukuhan Lodoyong, Lumbungrejo, Tempel.
Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2024 diikuti oleh dua pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati.
Kedua pasangan calon tersebut adalah pasangan nomor urut 1 yakni petahana Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang kembali maju sebagai calon bupati, berpasangan dengan Sukamto sebagai calon wakil bupati.
Kemudian pasangan nomor urut 2 yakni, Harda Kiswaya sebagai calon bupati yang berpasangan dengan petahana Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, sebagai calon wakil bupati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
UPNV Jogja menonaktifkan lima dosen terkait dugaan kekerasan seksual. Seluruh aktivitas Tridharma dihentikan selama proses investigasi.
BP BUMN dan Kemnaker memperkuat sinergi transformasi BUMN dengan memastikan perlindungan pegawai dan hubungan industrial tetap sehat.
Dinsos Kulonprogo mencoret 40 penerima KKS setelah validasi, termasuk ASN, warga mampu, hingga data tidak valid.
Aktivitas Gunung Sinabung meningkat ditandai tremor dan gempa vulkanik. PVMBG minta warga waspada potensi erupsi.
Ekonom UGM kritik rencana penutupan prodi tak relevan industri. Pendidikan tinggi dinilai harus tetap fokus pada ilmu dan masa depan.